Roguing Benih, Kegiatan Mempertahankan Mutu Varietas Benih

Benih merupakan komponen pemting yang mendukung kelancaran kegiatan pengembangan budidaya pertanian. Penggunaan benih bermutu dan sehat merupakan modal utama yang sangat penting dalam usaha peningkatan produksi komoditas pertanian unggul, karena dari benih tersebut diharapkan tumbuh tanaman yang sehat dan dapat menghasilkan secara optimal. Namun demikian ketersediaan benih bermutu masih merupakan persoalan yang kompleks.

Untuk menghasilkan benih bermutu dengan produksi yang optimal perlu diketahui faktor -faktor penting yang ikut mempengaruhi benih. Salah satunya yang mempengaruhi benih adalah faktor kemurnian benih. Kemurnian benih dapat diperoleh apabila dibina dan diawasi mulai dari sumber benih, persiapan lahan sampai dengan pengolahan benih atau dengan kata lain dimulai dari proses pra panen sampai pasca panennya.

ROGUING BENIH

Pada prinsipnya kegiatan Roguing merupakan salah satu upaya yang dilakukan petani untuk menghilangkan tanaman yang menyimpang atau tanaman varietas lain

Dalam prakteknya rouging ini bertujuan untuk mendapatkan mutu genetik tanaman, dengan cara membuang sumber – sumber campuran berupa varietas lain atau tipe batang, adanya tanaman hama dan penyakit yang dapat ditularkan oleh benih

Selama penangkaran benih berlangsung secara periodic areal penangkaran minimal 3 (tiga) kali dilakukan rouging tanaman dilapangan yaitu :

  1. Phase Vegetatif

Pengamatan dan pembuangan tanaman tipe simpang / Campuran varietas Lain (CVL), penyakit virus pada phase vegetative tanaman dilakukan pada umur kurang lebih 10-15 (Hari Setelah Tanam) HST

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah

  1. Warna hypocotyls tanaman
  2. Tanaman yang terserang penyakit virus
  3. Warna bulu pada batang

Cara Pelaksanaan :

Pelaksanaan pencabutan harus dikerjakan dengan cara pengamatan pada tiap baris tanaman apabila menemukan warna hipocotyl, warna bulu pada batang yang berbeda dengan tanaman induknya segera dicabut, demikian pula bahaya pada tanaman yang terinfeksi penyakit virus.

Pengamatan pada phase ini apabila masih dirasakan belum bersih maka masih bias dilakukan 1-2 dilakukan lagi sampai betul-betul areal pertanaman bersih dari kontaminasi campuran maupun penyakit virus.

  1. Phase Berbunga

Pelaksanaan rouging pada phase berbunga dilaksanakan pada umur tanaman mencapai kurang lebih 45 HST (saat berbunga).

  1. Warna Bunga
  2. Type Pertumbuhan Tanaman
  3. Warna Bulu pada Batang
  4. Tanaman yang Terinfeksi Penyakit Virus

Cara Pelaksanaan :

Pelaksanaan pencabutan (Roguing) dilakukan pengamatan pada tiap baris tanaman. Tanaman yang memperlihatkan tanda-tanda warna bunga, type pertumbuhan, warna bulu pada batang, bentuk daun yang berbeda dari tanaman aslinya maka harus dibuang demikian halnya dengan tanaman yang terinfeksi penyakit virus agar supaya di cabut dan di buang sebab apabila tanaman yang terinfeksi penyakit virus tidak dilakukan pencabutan atau pembuangan maka penyakit tersebut akan menular ke tanaman lainnya sehingga mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

  1. Phase Masak

Pelaksanaan reguing pada phase masak dilakukan pada waktu 3 sampai 7 hari sebelum panen.

Hal – hal yang perlu di perhatikan dalam phase ini adalah :

  1. Warna buku pada polong dan batang
  2. Type pertumbuhan tanaman
  3. Umur tanaman
  4. Tanaman yang terserang penyakit Virus

Cara Pelaksanaannya :

Pelaksanaan seleksi harus dilakukan dengan cara pengamatan pada tiap baris tanaman, tanaman yang menunjukkan karakteristik seperti warna bulu pada batang dan polong, type pertumbuhan yang berbeda dengan tanaman induknya segera dilakukan pencabutan, demikian halnya tanaman yang masih hijau dan tanaman yang terinfeksi penyakit virus supaya dicabut dan dibuang.

Keterangan :

Dalam pelaksanaan seleksi dari setiap phase pertumbuhan tanaman apabila masih dirasakan pertanaman belum bersih dari kontaminasi campuran varietas lain dan tanaman yang terinfeksi penyakit virus bisa di ulangi 1-2 kali lagi sampai tanaman betul-betul tanaman bersih dari kontaminasi CVL dan penyakit sehingga diperoleh pertanaman benih yang bermutu dan sehat.

Pentingnya Rouging Benih pada pelaksanaan kegiatan perbanyakan benih tanaman komoditas pertanian dan perkebunan dapat mulai diperhatikan sejak adanya rencana pertanaman varietas benih tertentu.