Teknik dan Proses Pembenihan Ikan Patin

Persyaratan Lokasi Budidaya

Ikan patin adalah ikan air tawar berukuran lumayan besar, terkenal sebagai jenis ikan yang sangat baik untuk di budidayakan karena mempunyai prospek bagus dalam penjualannya. Sehingga banyak para pengusaha kecil mulai melakukan usaha proses pembenihan ikan  patin sebagai ladang bisnis mereka. Adapun persyaratan yang harus diperhatikan untuk lokasi budidaya ikan patin sendiri adalah :

  1. Pilihlah tanah yang paling cocok sebagai kolam patin yaitu tanah liat yang tidak berpori, karena bisa menahan jumlah air yang banyak dan tidak mudah bocor.
  2. Usahakan pengairan kolam berlangsung dengan mudah dengan membuat kolam dengan kemiringan hingga 5% agar gravitasi dapat bekerja dengan baik
  3. JIka anda ingin membudidayakan di sungai, pilih sungai yang berarus lambat
  4. Jangan biarkan air kolam keruh, harus jernih dan bersih agar tidak timbul jamur.
  5. Usahakan suhu air pada periode penetasan telur berkisar 26-28 derajat saja, karena larva tidak kuat pada suhu dingin dan terlalu panas.
  6. Dan pastikan PH atau keasaman air berada pada rentang 6,5 – 7 saja.
Ikan Patin

Gambar Ikan Patin

 

Tahapan Pembenihan Patin

Sedangkan untuk poses pembenihan ikan patin, ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaituupaya dalam menghasilkan benih unggulan dengan ukuran dan target yang sudah di tetapkan hingga ukuran tertentu. Caranya bisa dengan menangkap menggunakan jala atau jaring, dilakukan pas musim kemarau, ambil diperairan umum atau di beli di beberapa tempat penjualan benih. Setelah itu benih harus di rawat selama 2 minggu dan jangan terkena sinar matahari.

Benih jangan langsung di tebar, pelihara dulu sekitar 1 bulan dan baru bisa dipindahkan ke kolam. Adapun langkah-langkah proses pembenihan ikan patin :

  1. Pemilihan induk yang sudah siap dipijah
  2. Pemberian hormon kelenjar hipofase dari donor
  3. Kawin suntik
  4. Pengurutan
  5. Penetasan
  6. Perawatan larva
  7. Pendederan
  8. Panen

Untuk perawatan induk, harus diperhatikan jenis dan jumlah pakan dan juga kondisi kolam, karena kolam tanah dan keramba akan berbeda kondisi nya, kemudian kepadatan induk harus berkisar berat 4-5 kg dalam 1 meter persegi luas kolam perawatan, dengan pakan tambahan pelet berprotein 25% dengan jumlah 3%, 3 x pemberian pakan utama keong mas dan kijing sebanyak 10% 2x seminggu

Untuk pemijahan, patin terkenal sulit di pijah secara alami, jadi hanya dilakukan secara kawin suntik di kolam pemijahan, karena patin sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan kawin alaminya, sehingga kawin suntik sebagai solusi dengan mengambil hormon perangsang dari donor ikan mas dan kemudian disuntikkan ke tubuh patin agar siap memijah.

Jangan biarkan telur berserakan setelah pemijahan, sediakan wadah penampung telur atau kakaban, sebelumnya persiapkan sperma jantan dalam NaClc,keluarkan telur induk betina, dan diaduk dengan sperma jantan, perlahan dengan bulu ayam, cukup selama setengah menit dan kemudian bisa di tebar di akuarium.

Untuk penetasan, pakai akuarium berukuran sedang atau kolam penetasan dan pemeliharaan, di isi air bersih setinggi 30 cm, pastikan suplai oksigen cukup, dan suhu air di atur 28-30 derajat, cukup dengan memasang pemanas dan dalam waktu 18-28 jam, telur akan menetas.Telur yang tidak menetas perlu dibuang dengan cara mengganti air baru setelah 10 jam penetasan. Dan di lakukan penyortiran atau penyiponan benih yang hidup dan tidak.

Pemeliharaan larva dengan memberi makan artemia pada larva yang beusia 2-9 hari, kemudian usia 10 hari di beri pakan cacing sutra, pada usia 14- 21 hari diberi cacing utuh, dan pastikan penyiponan dan pembersihan air akuarium setiap 2 hari.

Be the first to comment on "Teknik dan Proses Pembenihan Ikan Patin"

Leave a comment