1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Tahap Tahap Proses Pembenihan Ikan Nila Massal


Salah satu teknik budidaya ikan nila yang paling sederhana adalah teknik pembenihan masal. Teknik ini dinilai efisien karena dalam satu kolam terdapat beberapa pasang indukan yang dipijahkan secara bersamaan. Karena itu, peternak tidak perlu menyiapkan kolam berbeda dan kakaban pada saat pemijahan yang akan memakan lebih banyak tempat. Proses pembenihan ikan nila masal terdiri dari beberapa tahapan yaitu penebaran induk, pemijahan, pemanenan benih, dan pembesaran.

Penebaran Induk

Indukan ikan nila yang berkualitas baik memiliki ciri sisik besar dan tertata rapi, badan tebal, gerakan lincah, serta dapat merespon dengan baik saat diberi pakan tambahan. Kita dapat memasukan indukan jantan dan indukan betina ke dalam satu kolam pemijahan dengan kisaran perbandingan 1:3 hingga 1:5 pada kolam dengan lebar 50m dan panjang 100m. Hal ini berarti dalam satu kolam kita bisa memasukkan 200 ekor induk jantan dan 600 ekor induk betina, atau 100 ekor induk jantan dan 500 ekor induk betina.

Proses pemijahan biasa berlangsung selama 45 – 50 hari dan selama berada dalam kolam pemijahan ini, hingga siap memijah induk ikan nila diberi makan berupa pelet dengan jumlah 30% dari bobot total seluruh ikan perhari yang dapat dibagikan dalam 2-3 kali waktu makan dan tidak memerlukan perawatan induk khusus.

Pemijahan

Pemijahan biasanya terjadi sekitar seminggu setelah penebaran induk ikan nila. Proses ini terjadi di sarang pemijahan yang berupa lubang lubang bulat dengan diameter 30-50cm di dasar kolam yang telah disiapkan sebelumnya. Pada saat proses pemijahan berlangsung, induk betina akan menetaskan telur yang kemudian akan dibuahi oleh induk jantan. Setelah proses penetasan, induk betina akan menghabiskan waktunya dengan mengerami telur telur tersebut. Pada saat mengerami, induk betina tidak makan alias puasa. Karena itu pemberian pakan dapat dikurangi sekitar 25%.

Pada minggu kedua saat sudah banyak benih ikan nila yang menetas, kolam pemijahan yang juga berfungsi sebagai kolam penetasan dan pemeliharaan bibit harus diberi pupuk agar kondisi kolam tetap subur dan banyak organisme yang hidup di dalamnya sehingga benih ikan nila dapat tumbuh dengan baik. Pupuk yang ditebar berupa kotoran ternak dengan dosis 500gr.

Pemanenan Benih

Proses pemanenan dapat dilakukan saat induk telah melepaskan benih dari mulutnya. Pemanenan dilakukan dengan menjaring benih benih tersebut kemudian memindahkannya ke dalam kolam pendederan. Pemanenan paling baik dilakukan di pagi hari saat banyak terdapat oksigen dan paling lambat dilakukan dua hari setelah induk mengeluarkan benih dari mulutnya.

Perlu diketahui bahwa ikan nila jantan dapat tumbuh lebih cepat sekitar 40% daripada ikan nila betina. Karena itu akan lebih menguntungkan jika kita hanya membudidayakan ikan nila jantan untuk waktu panen yang lebih cepat. Ikan nila betina sendiri dapat disimpan untuk dijadikan indukan. Karena itu kita perlu melakukan penyortiran atau menggunakan hormon sex reversal yang dapat mengubah benih betina menjadi jantan.

Pembesaran Ikan Nila

Benih yang telah disortir atau dijaring kemudian langsung dipindahkan kedalam kolam perawatan yang telah disiapkan. Penebaran paling baik dilakukan saat suhu udara rendah yaitu pada pagi hari untuk menghindari stress yang dapat dialami oleh benih.

Pemeliharaan benih ikan nila biasanya dilakukan selama tiga bulan, dan selama itu ikan bibit diberi pakan berupa pelet dengan kandungan protein yang tinggi minimum 25%. Selama itu, pemupukan juga harus tetap dilakukan setiap dua minggu sekali agar kolam tetap dalam kondnisi subur.

Setelah tiga bulan atau ikan nila dirasa sudah memiliki ukuran yang ideal, pemanenan pun dapat segera dilakukan dengan mengeringkan kolam kemudian mengambilnya dengan seser. Untuk menjaga kualitas kesegaran ikan, setelah diseser ikan hendaknya ditampung dalam hapa yang dipasang di kolam dengan air yang jernih.

Send to Kindle
More from Budidaya Ikan
Back to Top