1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Proses Pembenihan Belut agar Sukses


Kenali Ciri-ciri Belut Indukan

Proses pembenihan belut memang sebenarnya tergantung bagaimana kita memahami ciri-ciri dan pemeliharaan indukan yang tepat. Karena beberapa jenis belut ada yang bisa berubah kelamin, seperti belut betina yang setelah bertelur akan manjadi jantan dan belut jantan juga sebaliknya dan juga ada belut dengan kelamin tidak biasa. Untuk itu berikut ada beberapa ciri belut yang baik sebagai indukan:
1. Pastikan belut berusia 3-5 bulan

2. Pilih belut yang lincah dan gesit

3. Jangan pilih belut yang luka dan kulitnya tidak mulus

4. Pilih yang berpostur keras

5. Untuk belut betina berciri kepala runcing, panjang tubuh tidak mencapai 30cm, ekor lancip dan umur tidak sampai 7 bulan

6. Untuk belut jantan, kepala tumpul, lebih panjang dari 30 cm, ekor kurang lancip dan umur lebih 7 bulan.

Proses Pembenihan Belut

A.    Persiapan Kolam

Persiapan peralatan dan perlengkapan, karena kolam untuk proses pembenihan belut harus dibedakan antara kolam pemijahan, kolam pendederan, kolam penetasan, kolam belut remaja, kolam pemeliharaan dan lainnya. Untuk kolam pendederan khusu untuk belut berukuran 1-2 cm. Untuk kolam belut remaja khusus belut 3-5 cm, untuk kolam pemeliharaan ada dua, untuk 5-8 cm ke 15-20 cm, dan ukuran 15-20 cm ke 30-40 cm.

Bedakan ukuran kapasitas perkolam, untuk kolam induk 6 ekor per m2. Untuk kolam pendederan 500 ekor/m2, untuk belut remaja 250 ekor/m2, kolam pemeliharaan belut tahap 1, 100 ekor /m2 dan tahap 2 itu 50 ekor/m2.

Kolam harus ditembok semen, dasarnya jangan diplester. Dasar kolam di beri pupuk kandang, sekam dan jerami, dengan urutan 10 cm pertama diberi sekam 10 cm, lapisan kedua pupuk kandang 10 cm dan ditimbun dengan jerami atau merang setebal 10 cm, kemudian baru di airi hingga 50 cm dan dibiarkan hingga menjadi lumpur.

B.    Pembibitan

Pemilihan benih bisa dengan mengambil dari kolam peternakan atau bisa dengan pemijahan. Caranya dengan memisahkan satu ekor pejantan dan dua ekor betina di kolam pemijahan seluas 1 m2 agar belut siap memijah, waktu yang diperlukan 10 hari hingga penetasan di kakaban, kemudian setelah 5 hari menetas, dilakukan penyortiran dan telur yang menetas dipindah ke kolam pendederan selama 1 bulan hingga belut berukuran 5-8 cm. Setelah itu belut sudah bisa di masukkan ke kolam pemeliharaan untuk belut konsumsi, sampai 2 hingga 4 bulan.

C.   Perawatan Induk dan Bibit

Pastikan air kolam penetasan dan pemeliharaaan serta pendederan tetap bersih dan kalau bisa tetap dengan air mengalir. Benih harus di cermati sebaik mungkin agar tidak banyak yang mati dan hilang. Untuk jerami di dasar kolam yang sudah lapuk, sanagt baik untuk sumber bahan organik utama. Pemberian pakan tambahan seperti cacing, kecoa, ulat besar seperti belatung juga diberikan setiap 10 hari. Agar benih belut bisa berkembang sempurna, pastikan kolam atau tambak tidak terganggu dan tidak terkena racun pestisida dan lainnya.

Ciri Belut akan bereproduksi yang wajib di ketahui:

  1. Belut bergerombol dan mencari pasangan
  2. Jika sudah menemukan pasangan, belut jantan akan membuat lubang untuk sarang kawin dan mereka akan menuju lubang itu.
  3. Setelah kawin, beberapa hari setelah itu, permukaan air akan seperti berbusa putih kekuningan, itu artinya ada telur yang disimpan di busa dan induk jantan akan menjaga telur tersebut dan induk betina akan pergi mencari makan.
  4. Dalam 7 hari telur akan menetas dan busa akan tetap ada hingga penetasan selesai dan telur menjadi larva.
  5. Larva atau bibt akan mulai mencari makan sendiri, namun harus dipastikan pisahkan belut dengan ukuran berbeda karena belut bersifat kanibal atau memakan jenis mereka sendiri.
Send to Kindle
More from Budidaya Ikan
Back to Top