Jenis-jenis Jamur: Banyak Dikonsumsi Masyarakat

jenis jenis jamurimage credit: mushroomthejournal.com

Berbicara mengenai jenis-jenis jamur adalah berbicara tentang hal yang masih sangat luas. Jamur banyak orang kenal dan popular di masyarakat perbandingannya masih jauh dari jamur yang sebenarnya terdapat di alam semesta. Hal itu karena jamur yang kita kenal jumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah jamur yang ada sesungguhnya. Bahkan, masih banyak pula jenis jamur yang belum ditemukan ataupun terenditifikasi oleh para ahli. Dengan memahami ciri-ciri jamur dapat membantu dalam proses pengidentifikasiannya.

Di alam ini ada ribuan (terdata lebih dari 70.000) jenis jamur yang ada dihabitatnya bertumbuh dan berkembang. Baik itu jamur yang sangat bermanfaat ataupun yang berbahaya karena racun yang dimilikinya yang bahkan bisa menyebabkan kematian. Jamur-jamur yang biasa dibudidayakan masyarakat adalah jamur yang memiliki nilai manfaat yang tinggi seperti yang bisa digunakan untuk obat-obatan maupun yang memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur yang bisa dibudidayakan secara komersial terdapat 35 jenis dan yang sudah dibudidayakan dalam skala industri ada 8 jenis.

Penggolongan jenis-jenis jamur yang dapat dikonsumsi berdasarkan tempat hidupnya dapat digolongkan menjadi dua bagian tempat yaitu jamur kayu dan jamur kompos.

Kelompok Jamur Kayu

Jamur Tiram

Jamur tiram yang bernama ilmiah Pleurotus sp biasa disebut sebagai oyster mushroom. Dari bentuk tudungnya jamur ini menyerupai cangkang tiram atau kerang dimana bagian tepinya bergelombang. Jenis jamur tiram ini cukup digemari. Budidaya jamur tiram ini populer juga di masyarakat.

Jamur Shitake

Jamur shitake yang bernama ilmiah Lentinus sp biasa disebut sebagai hioko atau chinese black mushroom. Jenis jamur ini cukup mudah dibudidayakan karena bisa tumbuh pada serbuk gergaji ataupun kayu gelondongan. Jamur shitake ini dapat dinikmati baik untuk dimasak maupun mentah/lalapan.

Jamur Kuping

Jamur kuping bernama ilmiah Auricularia sp ini memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral yang cukup tinggi dan menariknya tidak memiliki kandungan kolesterol. Jenis jamur ini dalam disimpan dalam kondisi kering dan termasuk yang cukup mudah proses budidayanya.

Jamur Lingzhi

Jamur lingzhi bernama ilmiah Ganoderma sp. Jenis jamur lingzhi ini banyak dikenal sebagai jamur yang memiliki khasiat dalam pengobatan. Orang china yang banyak dikenal sebagai ramuan herbalnya kerap menggunakan jamur ini sebagai bagian dari ramuan obat-obatan. Sehingga tidak heran jika di China sana cukup mudah ditemui jamur lingzhi yang berbentuk serpihan ataupun bubuk yang bisa diseduh dan dikonsumsi sebagai kopi ataupun teh. Bentuk jamur ini menyerupai kipas.

Jamur Maitake

Jamur maitake bernama ilmiah Grifola sp. Sebagaimana jamur lingzhi, jamur maitake ini juga memiliki khasiat dalam pengobatan. Hens of the wood atau “ayam betina dari kayu” adalah sebutan yang biasa disematkan untuk jenis jamur ini. Sebutan itu didapat karena bentuknya yang seperti jengger ayam. Jamur ini bisa mencapai ukuran seperti bola basket yang besar itu.

Kelompok Jamur Kompos

Jamur Merang

Jamur merang bernama ilmiah Volvariella sp atau sering disebut sebagai paddy straw mushroom. Awalnya jenis jamur merang ini memiliki bentuk yang mirip dengan telur dengan lapisan selaput berupa kulit jamur atau selubung, kemudian bentuk bagian bawahnya berkembang bagaikan cawan. Secara umum jenis jamur merang ini memiliki warna putih kecokelatan. Meskipun begitu ada juga yang memiliki warna yang lebih gelap lagi.

Jamur Kancing (Champignon)

Jamur Champignon bernama ilmiah Agarius sp sering disebut sebagai jamur kancing atau button mushroom. Jamur ini dibudidayakan pertama pada tahun 1975 di Prancis. Dari sisi anatomi, jamur kancing ini bentuknya mirip dengan jamur merang. Akan tetapi, di bawah payung bagian batang terdapat bentuk menyerupai cincin. Jenis jamur ini memiliki warna yang putih bersih disertai spora yang juga memiliki warna putih.

Demikianlah 7 jenis jamur yang dapat dikonsumsi berdasarkan tempat hidupnya.