1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Udang Galah di Kolam Tanah


Udang galah merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang biasa dikonsumsi atau dijual. Bila anda ingin membudidayakan udang galah, anda harus tahu cara budidaya udang galah yang benar. Dengan mengetahui cara beternak yang benar, anda akan mendapatkan hasil yang berkualitas.

Teknologi Budidaya Udang Galah

Pendederan atau pembenihan dan pembesaran adalah 2 teknik budidaya yang perlu dilakukan agar menghasilkan panen yang menguntungkan. Pendederan menggunakan 2 cara yaitu indoor dengan sistem air tersikulasi dan outdoor dengan teknik kolam tanah atau keramba jaring apung. Teknik budidaya selanjutnya adalah pembesaran yang menggunakan 2 cara, yaitu pembesaran ditambak pasang surut dan pembesaran ditambak darat dengan kadar garam kurang dari 10 permil.

Mempersiapkan Kolam

Kolam atau tambak hendaknya dibuat dengan bentuk memanjang agar mempermudah sirkulasi oksigen saat air mengalir. Perlu diberikan pematang yang cukup kuat dengan lebar 1 meter atau lebih. Perlu juga diberikan shelter untuk tempat perlindungan saat udang melakukan proses molting. Shelter bisa dibuat dari pelepah daun kelapa.

Lokasi Budidaya

Daerah yang tepat untuk teknik beternak udang galah adalah dataran rendah dengan ketinggian 400 m dpl. Tanah harus berlumpur dan berpasir, dan juga bebas banjir. Tingkat pH yang baik adalah 7-8 dan karena udang membutuhkan air yang mengalir, maka harus ada sumber air yang dapat dialirkan ke kolam.

Mempersiapkan Benih

Ciri bibit udang galah yang baik adalah jenis murni monospecies Macrobrachium Rosenbergii, bebas cacat fisik dan parasit, bergerak aktif dan mempunyai ukuran yang sama. Sebelum menebar bibit udang galah, hendaknya bibit diaklimatisasi dahulu dengan cara rendam kantung berisi bibit udang galah didalam kolam selama 15 menit, lalu buka penutup kantung selama 15 menit dan tumpahkan secara perlahan. Satu tips, usahakan bibit udang berenang sendiri keluar dari kantung agar mudah menyesuaikan diri dengan keadaan kolam dan lingkungan.

Pemberian Pakan

Pakan yang digunakan ada 2 macam, yaitu pakan alami dan pellet. Pakan alami didapat dari fitoplankton yang dapat dikembang biakan dengan cara menabur pupuk kandang. Pelet diberikan 2 kali sehari pada sore dan malam hari saat udang sangat aktif. Jumlah pellet yang diberikan adalah 5% dari berat udang keseluruhan dan juga disesuaikan dengan umur udang sejak proses pembibitan.

Hama Udang Galah

Hama yang sering mengganggu udang galah adalah kepiting yang sering melubangi pematang kolam, ikan lele, belut dan ular. Untuk mengatasi masalah ini, perlu diadakan proses pemeliharaan dengan cara memasang filter pada pematang dengan tinggi 60 cm. Kita bisa juga menggunakan obat kimiawi, seperti saponin, rotenan dan chemfish.

Penyakit Udang Galah

Penyakit utama yang menyerang udang galah adalah blackspot yang disebabkan oleh jamur. Untuk mengatasi penyakit ini diberikan obat anti bacterial atau anti biotika dan fungisida ke seluruh kolam. Akan tetapi, proses ini biasanya sangat mahal harganya dan penyakit ini juga lebih banyak terlambat untuk dideteksi. Untuk mengurangi biaya, kita bisa mengeringkan kolam dan memulai dari awal dengan teknik dan cara ternak yang lebih baik.

Pemanenan

Pemanenan udang galah dapat dilakukan setelah 3 sampai 5 bulan masa pemeliharaan. Untuk mendapatkan hasil yang layak dijual, kita bisa memilih udang dengan jumlah 30 sampai 40 ekor per kg, yaitu standar ukuran pasar. Pemanenan dilakukan pada pagi hari saat suhu lingkungan masih rendah dan udang tidak terlalu aktif dan mudah untuk ditangkap.

←More from Budidaya

↑ Back to Top