1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Temulawak


Tanaman temulawak adalah tanaman yang berfungsi sebagai obat sehingga membudidayakan tanaman ini tentu saja memberikan peranan yang penting bagi para petaninya, berikut ini ada info seputar cara budidaya tanaman temulawak yang tepat.

Teknik Budidaya Tanaman Temulawak

Proses teknik budidaya tanaman temulawak dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap tersebut harus dilakukan mulai dari pemilihan bibit tanaman temulawak, kemudian pemilihan lahan, penanaman tanaman temulawak, pemeliharaan dari serangan hama, dan pemanenan.

Pemilihan bibit temulawak yang baik adalah dengan menggunakan bakal bibit yang berumur 10 sampai dengan 12 bulan. Bibit rimpang induk maupun bibit rimpang cabang harus diolah terlebih dahulu dengan cara dibelah menjadi 4 bagian. Masing-masing bagiannya harus mengandung dua hingga tiga mata tunas dan dijemur selama 2 sampai dengan 4 jam selama 4 sampai dengan 6 hari. Setelah selesai, barulah rimpang bisa anda tanam.

Pemilihan Bibit dan Langkah Penanaman

Berikut ini adalah cara tanam yang harus anda persiapkan di awal yaitu memilih bibit terlebih dahulu. Bibit yang harus anda gunakan haruslah bibit yang baik dan diperoleh secara vegetative dari induknya dengan menggunakan rimpang induk. Bakal bibit juga harus sehat dan memiliki ukuran yang pas.

Ketika bercocok tanam temulawak, anda harus membuat lubang tanam yang berukuran 30 x 3 cm yang mana kedalamannya adalah 50 cm. Jarak antara setiap lubang adalah 60 x 60 cm. Lalu masukan satu bibit kedalam lubang tanam sedalam 10 cm.

Cara menanam tanaman temulawak dilakukan secara monokultur dan akan lebih baik dilakukan jika pada saat awal musim hujan. Tanaman temulawak termasuk tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah yang cukup banyak sehingga pengairan yang dilakukan harus rutin.

Cara Melakukan Penyiraman yang Baik pada Temulawak

Penyiraman yang anda lakukan untuk tanaman temulawak ini akan semakin mudah jika penanaman dilakukan pada saat musim hujan. Hal ini jelas dikarenakan pengairan pada saat musim hujan akan bisa lebih maksimal atau dilakukan sepanjang waktu.

Untuk bisa melakukan penanaman yang baik, anda bisa melakukannya pada awal musim hujan, dan nantinya anda akan bisa menikmati hasil panen tanaman ini pada saat musim kemarau.

Dengan melakukan pengairan dan penyiraman secara rutin mulai dari pagi dan juga sore hari, nantinya tanaman tersebut akan bisa menjadi pohon temulawak yang bagus. Pastikan untuk melakukan penyiraman dengan lebih intensif pada saat awal penanaman atau awal pertumbuhannya.

Perawatan Tanaman Temulawak dari Gangguan Rumput Liar

Agar bisa menjadi komoditas bisnis yang baik, perawatan tanaman temulawak dengan melakukan penyiangan juga perlu dilakukan. Penyiangan harus dilakukan untuk rumput yang tumbuh di bagian luar tanaman ini pada saat sore hari maupun pagi hari. Tentu saja ini akan mencegah timbulnya persaingan makanan antara temulawak dan rumput tersebut.

Proses untuk memelihara kualitas tanaman ini juga harus dilakukan. Cara untuk memelihara tanaman ini bisa dengan melakukan penyulaman. Ini adalah proses yang penting dimana tanaman yang rusak harus diganti dengan bibit yang sehat. Bibit cadangan yang sehat ini perlu anda siapkan di awal sebelaum penanaman.

Perawatan Tanaman Temulawak dari Serangan Hama

Anda juga bisa melakukan penyemprotan pestisida pada tanaman temulawak. Namun hal ini jangan dilakukan jika tidak perlu, lakukan penyemprotan ini hanya jika tanaman temulawak yang anda miliki diserang oleh hama dan juga penyakit. Pemupukan bisa dilakukan untuk tanaman temulawak ini. Cara memberikan pupuk untuk temulawak bisa dilakukan dengan cara organik maupun cara kimiawi. Pembasmian hama, gulma dan penyakit pastinya harus dilakukan sacara rutin pula.

Send to Kindle
More from Budidaya
Back to Top