1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Teh


Salah satu jenis minuman yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah teh. Teh yang terdapat di pasaran terbuat dari daun tanaman teh. Ada banyak sekali jenis tanaman teh yang bisa menghasilkan berbagai macam jenis produk teh, mulai dari teh hijau hingga teh hitam. Dilihat dari manfaatnya yang begitu banyak, tidak heran jika semakin banyak orang yang mempertimbangkan untuk membudidayakan tanaman ini sendiri.

Budidaya teh memang terbilang cukup potensial untuk dijadikan lahan bisnis saat ini. Namun demikian, tidak banyak orang yang mengetahui mengenai cara budidaya teh yang baik dan benar. Artikel ini akan menjelaskan kepada anda mengenai segala sesuatu yang ingin anda ketahui tentang budidaya tanaman teh, mulai dari pembibitan, perawatan tanaman, hingga pemanenan.

Syarat Tumbuh

Hal pertama yang harus anda ketahui mengenai teknik budidaya tanaman teh adalah karakteristik tanaman ini dan syarat tumbuhnya. Tanaman teh dapat tumbuh dengan baik pada iklim dengan curah hujan minimal 2000 mm per tahun. Selain itu tanaman ini juga memerlukan sinar matahari yang cerah. Suhu udara ideal untuk budidaya tanaman teh adalah 13 hingga 25 derajat Celcius dengan kelembaban maksimal 70 persen.

Media tanam yang cocok untuk pohon teh adalah Latosol, Andasol, dan Regosol. Tanaman ini menyukai jenis tanah yang memiliki lapisan atas dengan ketebalan yang tinggi. Selain itu, tanaman ini juga akan tumbuh subur pada tanah dengan struktur remah dan gembur serta memiliki karakteristik berlempung sampai berdebu. Tingkat keasaman tanah yang dianjurkan adalah 4,5 hingga 6,0. Selain itu, ketinggian tanah juga dapat mempengaruhi kualitas daun teh yang dihasilkan.

Persiapan Lahan

Berdasarkan ketinggian tanah, kebun teh dapat dilokasikan pada tiga daerah. Pertama di dataran rendah dengan ketinggian tanah hingga 800 m dpl, kedua di dataran sedang dengan ketinggian 800 hingga 1200 m dpl, dan ketiga di dataran tinggi dengan ketinggian diatas 1200 m dpl.

Persiapan lahan juga merupakan bagian penting yang harus dilakukan sebelum penanaman. Persiapan lahan dapat dibagi menjadi dua bagian utama yaitu pemetaan tanah dan pembongkaran tunggul serta pohon. Selain itu perlu juga dilakukan pembersihan gulma, pengolahan tanah, serta pembuatan saluran pengairan.

Pembibitan

Tahap selanjutnya dalam cara tanam teh yang dianjurkan adalah pembibitan. Pembibitan dapat dilakukan baik secara generatif maupun vegetatif. Pembibitan secara generatif dilakukan dengan menggunakan biji sedangkan cara vegetatif menggunakan klon yang didapat memalui teknik stek. Apabila bibit telah siap, langkah berikutnya adalah penanaman.

Penanaman

Hal utama yang harus diperhatikan dalam cara menanam teh yang baik adalah jarak tanam antara pohon yang satu dengan pohon yang lain. Jarak tanam dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kemiringan lahan serta jumlah tanaman yang terdapat dalam setiap hektar. Selain itu anda juga harus memberikan pupuk dasar pada saat penanaman yang berupa komposisi antara Urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 12,5, 5, dan 5 g pada setiap lubangnya.

Perawatan Tanaman

Selain cara penanaman, anda juga harus memperhatikan perawatan tanaman untuk menghasilkan daun teh dengan kualitas yang baik. Perawatan tanaman meliputi pemangkasan, pengendalian gulma, serta pengendalian hamadan penyakit. Pemangkasan sebaiknya tidak dilakukan pada musim kemarau karena pada musim kemarau tanaman teh membutuhkan naungan yang cukup dari sinar matahari yang berlebihan.

Pengendalian gulma penting dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Sementara itu, pengendalian hama dapat dilakukan dengan menggunakan obar anti hama yang dianjurkan. Tahap terakhir dari budidaya tanaman teh adalah panen atau pemetikan. Pemetikan dapat dilakukan dengan periode 6 sampai 12 bulan tergantung dari jenis tanaman teh yang anda budidayakan.

Send to Kindle
More from Budidaya Tanaman
Back to Top