1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Sukun


Pemilihan Pembibitan

Dalam teknik budidaya sukun, karena buah sukun tidak memiliki biji, hanya terdapat cara penanaman vegetatif. Ada beberapa cara bercocok tanam untuk memperoleh bibit dari pohon sukun. Cara yang pertama adalah menggunakan stek pucuk. Stek pucuk dapat menanggulangi masalah bibit yang terlalu lama dalam polibag. Kemudian bisa juga menggunakan okulasi. Dengan menggunakan okulasi, anda akan memperoleh benih yang banyak dalam waktu relatif singkat. Atau anda juga bisa menggunakan tunas akar alami dan atau cangkok. Dari beberapa cara tersebut, cara yang paling mudah adalah menggunakan metode stek. Jika anda baru saja mengawali budidaya, anda bisa mencari bibit dari penjual bibit. Pastikan anda mencari bibit dari indukan yang berkualitas dan unggul agar hasil panen yang anda peroleh juga menghasilkan.

Ciri Bibit yang Baik

Untuk memudahkan anda memilih bibit dalam cara budidaya sukun, ada ciri-ciri umum dari bibit yang unggul. Yang pertama adalah sudah terdapat daun minimal 4 buah. Semakin banyak daun semakin bagus, namun jumlah ideal adalah minimal 6 atau lebih. Tanaman dengan 4 daun berarti sudah cukup umur untuk dipindah ke lahan. Kemudian warnanya yang aga gelap namun segar. Daun juga mengkilap untuk bibit yang bagus. Jika warnanya pucat, kekuningan, atau keputihan kemungkinan pertumbuhan terganggu. Batangnya kuat, dan lurus serta tumbuh dengan tegak. Pilih dari jenis sukun unggul seperti sukun kuning, sukun bone, atau sukun gundul.

Persiapan Tanam

Untuk cara tanam sukun sebaiknya di awal musim hujan. Karena membutuhkan banyak air, hindari tanaman sukun kekeringan. Kemudian cara menanam dilakukan di sore hari agar mengurangi penguapan. Kemudian siapkan lahan sebelum bibit ditanam dengan dibersihkan dari semak, batuan, dan rumput. Jarak tanam untuk sukun adalah 12 meter atau 15 meter persegi. Pasang patok atau bilah dari bambu agar lebih mudah.

Pembuatan Lubang Tanam

Untuk lubang penanaman, ukuran ideal adalah kubik 75 cm. Lubangnya harus besar karena pertumbuhannya cepat dan besar sehingga agar pertumbuhannya baik. Kemudian pastikan tanah galian dipisah antara tanah bagian atas dan bagian bawah. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang. Pastikan lubang sudah disiapkan 2 minggu sebelumnya agar terkena sinar matahari untuk mematikan bibit penyakit dan hama. Jika tanah memiliki pH tinggi dapat diturunkan dengan kapur.

Langkah-langkah Penanaman

Pertama bersihkan lahan lagi dari rumput, kotoran, dan batu serta tanaman liar. Pastikan lubang yang anda siapkan sudah memenuhi ukuran yaitu jarak tanam 12 sampai 15 meter persegi dan lubang dengan ukuran 75 cm kubik. Tanah bagian atas yang untuk menutupi lubang sudah dicampur dengan 1 blek pupuk kandang. Kemudian siapkan bibit. Buka penutup bibit. Masukkan bibit ke dalam lubang. Timbunlah dengan tanah bagian bawah dulu (tanah biasa) baru dengan tanah bagian atas yang sudah dicampur dengan pupuk kandang. Saat penimbunan berikan pupuk NPK sebanyak 100 gram setiap lubang. Beri sedikit air agar tanah dapat dimampatkan sehingga posisi tanaman akan menjadi lebih kuat dan kokoh. Setelah selesai tanaman tinggal dirawat dengan disiram teratur. Selalu periksa kondisi tanaman, pastikan kondisinya sehat selalu terhindar dari hama dan lakukan perawatandan anda juga harus memelihara kondisinya dengan baik.

Sedikit tips, untuk penanaman awal sukun, anda masih bisa menanami tanaman di sela-sela tanaman sukun dengan tanaman palawija untuk memanfaatkan lahan sisa. Tanaman tersebut selain dapat menambah pemasukan untuk bisnis anda, juga dapat berfungsi sebagai tanaman penutup tanah. Akan tetapi jika sudah tumbuh besar tidak dapat lagi, karena sukun akan tumbuh besar menutupi tanaman dibawahnya.

←More from Budidaya Tanaman

↑ Back to Top