1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Salak Pondoh dan Prospeknya


Salak, buah manis berkulit sisik berwarna cokelat kehitaman eksotis dengan daging buah berwarna putih susu hingga kekuningan, terbilang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Khususnya salak pondoh (Salacca edulis), yang merupakan salah satu buah-buahan favorit yang setiap musim berbuahnya, ada di meja makan, ataupun digemari sebagai oleh-oleh. Salak selain dimakan langsung sebagai buah segar, bisa dikonsumsi setelah menjadi buah kalengan, atau sesudah diolah menjadi rujak, manisan, asinan, maupun keripik. Apalagi dengan khasiat salak untuk menyembuhkan penyakit diare (mencret-mencret). Kultivar pohon salak yang memiliki banyak penggemar di antara yang lainnya adalah salak pondoh dengan daging buahnya yang berasa manis dan bertekstur renyah (garing). Maka, selalu ada prospek cerah di balik budidaya salah pondoh yang dikenal sebagai salak asli Yogyakarta—tepatnya di kawasan lereng Gunung Merapi—ini.

Varian salak pondoh yang dikenal di Indonesia antara lain: pondoh super, pondoh hitam, pondoh gading, pondoh manggala, dan pondoh nglumut.

Persiapan Budidaya Salak Pondoh

Ada langkah-langkah yang harus dilakukan bila mulai melirik potensi budidaya salak pondoh, cara budidaya pertama-tama dengan mempersiapkan lahan. Paling baik ditanam di tanah bertekstur lempung dan berpasir yang biasanya gembur, lembap, dan subur. Salak pondoh pada hakikatnya merupakan tanaman yang memerlukan banyak air, sehingga dapat tumbuh baik di wilayah dengan curah hujan cukup tinggi, atau setidaknya area dengan sistem pengaliran air (irigasi) yang baik, serta upayakan lahan yang dipersiapkan untuk menanam salak pondoh tersebut dekat dengan sumber air. Sebagai cara menanam salak pondoh, persiapkan lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm dengan jarak tanam 2 x 2 sampai 2,5 x 2,5 meter untuk sistem monokultur, dan jarak 1,5 x 1,5 meter untuk sistem polikultur. Demi mutu yang baik, perhatikan dengan cermat cara tanam, sebelum bibit pohon ditanam, beri pupuk kandang yang sudah jadi sebanyak 10 kg ke dalam masing-masing lubang tanam.

Mempersiapkan bibit. Bibit salak pondoh yang paling baik diperoleh dengan cara vegetatif (tunas anakan), hal ini tentunya untuk mempertahankan sifat unggul. Belilah bibit yang sudah siap tanam sekaligus dengan bibit pejantannya, dan untuk selanjutnya, pembibitan dilakukan dengan teknik budidaya pencangkokan.

Pemeliharaan Salak Pondoh

Salah satu proses perawatan salak pondoh adalah penyulaman. Lakukanlah pemeriksaan terhadap produktivitas tanaman setelah 2 sampai 3 minggu penanaman bibit serta mengganti pohon yang mati, serta yang tidak berkembang dan tidak berproduksi dengan baik. Dianjurkan melakukan penyulaman di awal musim hujan. Penyiangan sangat penting agar tanaman budidaya tidak diusik, yaitu rajin untuk membersihkan lahan dan memberantas rumput dan gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang merusak pohon seperti daun, dengan mencabutinya, mencangkulnya, atau dengan cara lain.

Penggemburan tanah secara berkala wajib dilakukan demi mendapatkan panen salak pondoh berkualitas. Caranya, cangkul tanah yang digemburkan hingga membentuk gundukan agar menguatkan akar dan batang. Pemberian pupuk dilakukan untuk menambah dan meningkatkan kesuburan tanah (meregenerasi unsur hara dalam tanah), sesuai dengan syarat tumbuh kembang salak yang baik di tanah gembur dan subur. Proses pemupukan dilakukan dengan dua jenis pupuk, yakni pupuk alami atau organik (kompos dan pupuk kandang) serta pupuk kimia atau anorganik (NPK dicampur urea, TSP, dan KCL dengan perbandingan 1:1:1). Mencegah, mengendalikan, serta mematikan hama (serangga) dan penyakit dengan menyemprotkan pestisida ataupun insektisida secara berkala sesuai petunjuk, dan jangan sampai berlebihan dalam penyemprotan.

Send to Kindle
More from Budidaya Tanaman
Back to Top