1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Padi Sri Untuk Hasil Maksimal


Padi Sri adalah salah satu varieta padi jenis unggul yang paling diminati petani untuk ditanam. Untuk mendapatkan hasil maksimal maka cara budidaya padi jenis sri juga berbeda dengan padi jenis lain. Padi jenis sri tidak banyak membutuhkan air namun perawatanya agak sedikit banyak namun kerja keras itu akan terbayar karena padi jenis ini adalah yang paling cepat menghasilkan serta jumlah panenannya bisa meningkat 100% dari cara menanam padi jenis lain seperti pohon padi jenis gogo.

Cara Tanam Padi Sri

Untuk cara tanam padi jenis sri ini maka yang paling direkomendasikan oleh pakar pertanian adalah metode SRI (System of Rice Intensification). Teknik budidaya jenis ini sudah terbukti meningkatkan hasil sawah dan mengurangi waktu tanam yang berarti anda bisa menanami sawah dengan tanaman jenis lain seperti palawija. Jika anda tertarik untuk menanami sawah dengan padi jenis sri maka ada beberapa tips yang harus anda ketahui. Tips tersebut meliputi banyak hal seperti pembibitan dan penanaman di sawah.

Persiapan Penanaman Padi Sri

Padi jenis sri, seperti padi jenis lain juga membutuhkan pembibitan. Cara budidaya padi sri  yang efektif dimulai dengan proses pembibitan yang bisa dilakukan berbarengan dengan pengolahan sawah sehingga tidak akan banyak waktu yang terbuang. Untuk memilih bibit padi yang baik maka pemilihan bibit perlu dilakukan. Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan bulir padi kedalam ember berisi air garam yang cukup pekat untuk membuat telur bebek bisa mengapung. Setelah bulir padi direndam maka padi yang berkualitas baik untuk dijadikan bibit adalah yang tenggelam.

Penyemaian

Pisahkan padi yang ternggelam kemudian cuci bersih untuk proses persemaian. Untuk menyemaikan padi, maka rendam padi tersebut dalam air selama 24-48 jam dan kemudian ditiriskan dan diperam. Setelah itu bisa disemaikan pada media campuran tanah dan pupuk organik dalam wadah berukuran 20cmx20cm dan dibiarkan sampai 10 hari supaya benis siap tanam. Sementara itu, persiapkan lahan yang akan ditanami padi. Pengolahan tanah tidak berbeda dengan teknik menanam padi jenis lain. Sawah perlu dibajak dan digaru agar kerataan tanah sama dan bisa terendam air dengan seragam. Setelah pengolahan tanah selesai, benis siap ditanam. Tanam benih dengan jarak 25cmx25cm dan satu lobang satu batang padi agar pertumbuhan padi menjadi maksimal dan perawatan menjadi gampang serta pencegahan hama tanama bisa menjadi efektif.

Pemeliharaan Padi Sri

Agar supaya bercocok tanam padi Sri ini menghasilkan hasil yang maksimal maka pemeliharaan dibutuhkan. Padi jenis sri tidak banyak membutuhkan air namun membutuhkan penyiangan paling tidak dua sampai tiga kali sebelum padi mulai berbunga. Penyiangan ini untuk menghemat air serta mempercepat padi  untuk berbuah. Untuk pemupukan sangat disarankan menggunakan pupuk organik yaitu pupuk kandang atau pupuk kompos dan juga daun-daunan.

Pemupukan dan Panen

Pupuk kompos yang digunakan sebaiknya pupuk yang sudah matang yaitu pupuk yang sudah diolah sedemikian rupa dan bentuknya sudah menjadi tanah. Hal ini untuk memastikan bahwa tanaman padi mendapat asupan nitrogen yang baik bagi pertumbuhan batang dan bulir padi. Setelah 90-95 hari atau saat bulir padi sudah mulai menguning maka proses pemanenan bisa dilakukan. Dengan cara bertanam yang sedemikian rupa maka padi jenispadi sri bisa memberikan keuntungan 10 ton/hektar dan padi jenis ini bisa ditanam sampai dua kali musim tanam sehingga banyak petani yang tertarik dan berpindah untuk menanam padi jenis sri yang keuntungannya sangat menjanjikan ini.

↑ Back to Top