1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Tanaman Oyong


Budidaya tanaman oyong merupakan salah satu potensi bisnis yang baik. Oyong atau yang juga dikenal sebagai gambas merupakan tanaman jenis cucurbitaceae yang mengandung banyak serat dan vitamin C. Oyong dikatakn memiliki khasiat sebagai penambah darah. Tanaman ini mudah tumbuh di daerah tropis seperti Asia Tenggara dan juga India. Oyong biasa digunakan sebagai sayuran atau sebagai lalap. Bagian tengahnya yang halus dan sedikit manis menjadikan oyong sebagai sayuran yang pas dicampurkan ke dalam sup. Kulitnya yang keras pun dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sponge penggosok sebagaimana bunga karangnya. Berikut adalah beberapa tips yang dapat digunakan sebagai teknik budidaya tanaman oyong.

Pemililhan Lahan untuk Bercocok Tanam

Untuk membudidayakan tanaman oyong, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan medium tanam. Oyong sendiri merupakan tanaman yang mampu beradaptasi pada jenis lingkungan apapun. Anda bisa menanam di dataran tinggi maupun rendah asalkan memiliki iklim kering dengan pasokan air yang cukup sepanjang tahun. Ketika menanam oyong, pastikan tanahnya memiliki PH berkisar 5,5 – 6,8 serta memiliki kelembaban yang cukup. Buatlah lubang di  tanah yang kira – kira berdiaeter 25 cm dengan kedalaman 20 cm. Berikan juga jarak antar lubang sekitar 60 cm agar oyong tidak tumbuh saling berhimpitan. Sebagai tanaman merambat, oyong juga memerlukan batang atau tongkat agar sulurnya bisa merambat.

Pemeliharan Lebih Lanjut

Tanaman oyong memerlukan pemeliharaan yang intensif sepanjang waktu agar dapat tumbuh dengan sempurna. Pastikan untuk melakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari kecuali ketika sedang dalam musim penghujan. Penyulaman atau mengeliminasi tanaman yang rusak juga siperlukan karena hal tersebut dapat menyebar ke tanaman yang masih sehat. Agar tumbuh dengan sempurna, berikan pupuk urea seminggu setelah masa penyulaman atau sekitar 2 minggu setelah tanaman tumbuh. Terakhir, pastikan untuk mengikat batang – batang atau sulur serta daun tanaman oyong ke tiang yang sudah tersedia agar oyong tumbuh ke atas dan tidak merambat ke benda lain.

Waspadai Ancaman Hama dan Gulma

Tanaman oyong memiliki beberapa gangguan hama, penyakit, dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan. Hama tanaman oyong antara lain adalah ulat dan kumbang daun. Apabila diperlukan, anda bisa membasmi hama tersebut dengan menyemprotkan pestisida pada tanaman. Untuk menghilangkan ancaman, jangan lupa untuk membersihkan lingkungan sekitar tanaman dan selalu ingat untuk mencabut rumput – rumput liar serta tanaman gulma lainnya. Tanaman oyong terkadang juga terkena penyakit. Penyakit tersebut menjadikan daun oyong berubah menjadi warna kuning, berlubang, dan mongering. Apabila hal tersebut terjadi, langkah yang harus dilakukan adalah segera memotong daun kuning tersebut agar buah oyong tidak membusuk.

Cara Memanen Tanaman oyong

Tanaman oyong merupakan tipe tanaman yang dapat dipanen berkali – kali. Oyong akan mulai berbuah apabila telah berumur sekitar 1,5 – 2 bulan dihitung dari pertama kali pembibitan. Tanaman yang sudah siap dipanen biasanya akan memiliki ukuran yang maksimal dengan berat sekitar setengah ton. Usahakan memanen tanamn oyong yang belum terlalu tua ditandai dengan batang yang lebih rapuh serta absennya serat2 pada kulit buah. Apabila tumbuh dengan sukses, tanaman oyong mampu menghasilkan antara sepuluh hingga duapuluh buah setiap panen. Karena buah oyong adalah sangat rapuh, pemetikan buah oyong harus dilakukan dengan sangat hati – hati agar tidak merusak produk tersebut.

Send to Kindle
More from Budidaya Tanaman
Back to Top