1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Sekilas Mengenai Cara Budidaya Merica


Indonesia dikenal dengan banyak sekali jenis tanaman rempah yang bisa menghasilkan berbagai jenis rempah. Dikarenakan kebutuhan akan rempah yang semakin tinggi, maka banyak orang yang memutuskan untuk memulai belajar tentang teknik budidaya jenis tanaman ini. Harga rempah yang cukup tinggi juga menjadi salah satu latar belakang banyaknya orang yang melakukan budidaya tanaman rempah di Indonesia.

Salah satu jenis rempah yang cukup terkenal adalah lada atau merica. Lada atau merica yang didapat di pasaran merupakan buah yang dihasilkan oleh pohon lada. Saat ini telah semakin banyak orang yang memiliki perkebunan lada sendiri dan memulai bisnis budidaya lada baik dalam skala kecil maupun skala besar. Untuk menghasilkan lada dengan kualitas yang bagus, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui mengenai budidaya tanaman ini.

Pengenalan Tanaman Lada

Hal pertama yang harus anda ketahui adalah karakteristik dan syarat tumbuh tanaman lada. Agar dapat tumbuh dengan subur, jenis tanaman ini memerlukan beberapa syarat seperti curah hujan antara 2.000 sampai 3.000 mm per tahun, cukup mendapat sinar matahari, suhu udara antara 20 sampai 34 derajat Celcius, kelembaban udara antara 60 hingga 80 persen, serta terlindung dari hembusan angin kencang.

Mendapatkan bibit lada yang baik adalah salah satu syarat utama yang harus anda lakukan sebagai tahap persiapan dalam budidaya tanaman lada. Ada berbagai cara yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan bibit lada dengan kualitas baik. Anda dapat melakukan proses pembibitan sendiri dengan menggunakan biji atau anda juga bisa membeli bibit lada siap tanam dari para penyedia bibit lada.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam cara bercocok tanam tanaman lada adalah pengolahan atau persiapan media tanam. Adapun syarat-syarat media tanam yang baik antara lain adalah kaya akan bahan organik, tidak tergenang, tidak terlalu kering, memiliki pH seimbang, memiliki kandungan humus yang baik, kemiringan lahan tidak lebih dari 300, ketinggian lahan antara 300 sampai 1.100 m dari permukaan laut. Jenis tanah yang bisa digunakan antara lain adalah Lateritic, Latosol, dan Utisol.

Pembibitan dan Teknik Penanaman

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pembibitan adalah kemurnian jenis bibit, berasal dari induk yang sehat, bebas dari hama, serta berasal dari induk yang sudah berumur antara 1 sampai 3 tahun. Kebutuhan bibit per hektar adalah rata-rata 2.000 bibit.

Selain pembibitan, hal lain yang perlu diketahui mengenai cara budidaya tanaman lada adalah cara pengolahan media tanamnya. Mencangkul dan mengapuri lahan adalah hal penting agar lahan menjadi gembur dan terjaga tingkat keasamannya. Perlu diperhatikan juga dosis kapur yang digunakan dalam proses pengapuran agar didapat lahan dengan tingkat keasaman yang seimbang.

Teknik atau cara tanam yang digunakan dalam proses budidaya tanaman lada adalah system monokultur dengan jarak tanam 2 x 2 m. Lubang tanam dibuat dengan bentuk limas dengan kedalaman sekitar 50 cm. Lubang harus dibiarkan selama 10 sampai 15 hari sebelum ditanami dengan bibit. Waktu penanaman yang ideal adalah pada musim hujan. Jangan lupa untuk menambahkan pupuk kandang pada saat proses penanaman bibit.

Hal lain yang perlyu diperhatikan dalam cara menanam lada adalah pembuatan sulur panjat. Tanaman lada adalah termasuk tanaman merambat sehingga anda harus menggunakan tiang panjat sebagai tempat bagi tanaman untuk merambat dan tumbuh dengan baik. Pada awal penanaman dapat dibantu dengan mengikat tanaman pada tiang rambat yang dapat dilepas dengan mudah ikatannya apabila tanaman telah kuat melekat pada tiang rambat.

Selain penanaman yang baik, perlu juga dilakukan proses perawatan untuk menjaga kualitas lada yang dihasilkan. Perawatan tanaman lada antara lain adalah penyiangan, pemangkasan, pemupukan berkala, pengairan, pemberian mulsa, serta pengendalian hama.

←More from Budidaya Tanaman

↑ Back to Top