Cara Budidaya Mentimun Untuk Hasil Panen Optimal

Kita tentu sangat familiar dengan mentimun. Sayuran ini banyak digunakan dalam berbagai jenis masakan termasuk dimakan mentah sebagai lalapan dan sebagian jenis mentimum juga banyak digunakan untuk minuman terutama jus. Dengan kandungan vitamin A, B, dan C serta banyak zat gizi lain menjadikan mentimun salah satu sumber makanan sehat.

Dengan fakta mentimun dapat digunakan untuk berbagai jenis masakan dan minuman, tentu saja terdapat permintaan yang tinggi atas komoditas ini di pasar. Sayangnya budidaya mentimun di Indonesia tergolong masih rendah dan belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan lokal padahal banyak daerah di Indonesia mempunyai iklim dan kondisi lahan yang mendukung budidaya mentimun.

Mentimun

Gambar Mentimun

Fakta tingginya permintaan mentimun dan rendahnya pasokan lokal menciptakan peluang usaha bagi anda yang ingin membudidayakan mentimun. Dengan tingginya permintaan, tidak akan sulit mencari peluang pemasaran mentimum dengan keuntungan yang menggiurkan.

Pengetahuan akan tanaman mentimun dan cara budidaya mentimun yang benar bisa memperbesar peluang sukses anda dalam usaha budidaya mentimun. Berikut ini hal-hal penting yang perlu anda ketahui tentang mentimum and cara budidayanya.

Iklim dan Kondisi Tanah Untuk Budidaya Mentimun

Mentimun termasuk tumbuha yang dapat beradaptasi dengan baik dengan berbagai macam iklim. Bagaimanapun untuk budidaya yang optimal dibutuhkan kondisi yang ideal. Iklim kering dan tidak banyak terpapar hujan merupakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan tanaman mentimun. Ketinggian 1.000-1.200 di atas permukaan laut dengan kisaran temperatur rata-rata 21,1 – 26.7 ºC adalah tempat yang cocok bagi lahan budidaya buah mentimun.

Kondisi tanah yang sesuai untuk tanaman mentimun adalah tanah yang gembur dan mudah menyerap air. Kandungan humus yang tinggi dan tingkat keasaman tanah dikisaran pH 6-7 sangat disarankan. Lahan untuk bercocok tanam mentimum juga memerlukan tata air yang baik.

Perkecambahan Bibit Mentimun

Langkah pertama dalam teknik budidaya mentimun adalah persiapan dan perkecambahan bibit. Media untuk perkecambahan mentimum dapat menggunakan pasir ayak setinggi 7-8 cm dalam bak terbuka. Alur tanam dibuat dalam pasir dengan kedalaman 1 cm. Berikan jarak kurang lebih 5 cm antar alur untuk pertumbuhan kecambah yang ideal.

Sebelum disebarkan dalam bak pasir, bibit mentimun disiapkan dengan cara direndam dalam larutan air hangat dicampur dengan nutrisi selama kurang lebih 30 menit. Setelah ditiriskan, bibit mentimun disebarkan dalam alur tanah dan ditutup dengan pasir. Media pembibitan mentimun harus dijaga kelembabannya dengan cara disemprot air. Umumnya diperlukan waktu 12 jam sebelum bibit berkecambah.

Persemaian Kecambah Mentimun

Setelah kecambah mentimun berkecambah, langkah selanjutnya adalah persemaian. Kecambah mentimun dipindahkan ke polibag yang berisi media tanam. Polibag berisi kecambah harus ditempatkan di tempat yang terlindung dari paparan sinar matahari langsung dan hujan. Perlu dilakukan penyemprotan air dua kali sehari. Penyemprotan juga dapat dilakukan menggunakan air dicampur nutrisi tanaman.

Lama waktu persemaian sekitar 12 hari sampai kecambah tumbuh 2-3 helai daun. Saat itu tanaman mentimun siap dipindahkan ke lahan penanaman.

Persiapan Lahan Budidaya Mentimun

Persiapan lahan untuk bercocok tanam mentimum merupakan salah satu kunci sukses budidaya mentimun. Persiapan lahan diperlukan untuk menciptakan kondisi lahan yang ideal bagi tanaman mentimum untuk tumbuh optimal.

Persiapan lahan dimulai dengan membersihkan lahan dari gulma dan tanaman lain. Untuk menciptakan kadar pH yang ideal bisa digunakan kalsit atau dolomite. Pencangkulan atau pembajakan tanah diperlukan untuk membalik tanah dan membuat tanah menjadi gembur. Sebelum siap ditanami, lahan harus dikeringkan selama 5-30 hari dengan cara membuat parit di sekeliling lahan.

Pembuatan bedengan diperlukan dalam teknik menanam mentimun. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100 cm dan tinggi 30 cm. Jarak antar bedengan yang disarankan adalah 30 cm. Di permukaan bedengan, buatlah lubang penanaman dan tambahkan pupuk kandang kira-kira 2 minggu sebelum waktu pemanaman.

Teknik Penanaman Mentimun

Tanaman mentimum beserta media tanamnya dipindahkan dari polibag ke dalam lubang tanam. Ada beberapa metode cara tanammentimum antara lain sistem baris dan persebi panjang dengan sistem rambatan tunggal, ganda, piramida, atau para-para. Sistem penanaman dan rambatan yang digunakan dalam cara menanam bisa dipilih sesuai preferensi anda.

Pemeliharaan Tanaman Mentimun

Pemeliharaan yang diperlukan dalam budidaya tanaman mentimum meliputi pemeliharaan tamaman dan pemeliharaan lahan. Pemeliharaan tamanan dilakukan dengan penyiraman rutin di pagi dan sore hari. Pemangkasan daun dilakukan setelah 3 minggu dan jika ada tanaman yang mati segera diganti dengan tanaman yang baru.

Pemeliharaan lahan dilakukan dengan cara pembersihan gulma dan pemupukan. Pupuk yang diperlukan untuk tanaman mentimun adalah urea, ZA, dan KCL. Penggunaan pupuk organic menggantikan pupuk buatan pabrik bisa juga dilakukan.

Satu hal penting dalam perawatan pohon mentimun adalah pengendalian hama tanaman terutama kumbang mentimum dan kumbang totol hitam. Pengendalian secara fisik sangat idsarankan sbelum anda menggunakan pestisida.

Pemanenan Mentimun

Dalam kondisi tanam yang ideal, buah mentimun sudah bisa dipanen untuk pertama kali dalam jangka waktu 75-85 hari setelah penanaman. Tips untuk mendapatkan kualitas mentimun yang optimal adalah pemetikan buah mentimun dilakukan sebelum jam 9 pagi hari. Hasil panen harus disimpan ditempat yang sejuk untuk mencegah hilangnya kadar air yang menyebabkan buah mentimun menjadi keriput.

Be the first to comment on "Cara Budidaya Mentimun Untuk Hasil Panen Optimal"

Leave a comment