1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Lintah dan Keuntungan Budidaya Lintah


Lintah merupakan hewan yang seringkali membuat jijik ataupun geli. Namun hewan yang satu ini bisa mendatangkan keuntungan yang berlipat pada mereka yang membudidayakanya. Hal ini disebabkan oleh trend untuk meggunakan lintah sebagai alat utama di dalam berbagai jenis terapi dan membantu penyembuhan dari berbagai jenis penyakit. Hal ini membuat ada banyak orang ingin bisa beternak lintah, namun tidak semua orang berhasil terutama bagi mereka yang tidak mengerti cara ternak lintah yang benar agar hasil yang diperoleh juga maksimal dan sangat baik.

Persiapan untuk Beternak Lintah

Membudidayakan lintah memang terkesan mudah untuk dilakukan. Namun tetap akan terasa sulit bagi mereka yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk bisa membudidayakan lintah. Ada langkah persiapan yang harus dilakukan agar bisa mendapatkan hasil yang menjanjikan. Yang pertama harus diperhatikan adalah suhu untuk media kembang biak lintah. Untuk anakkan, suhu yang dianjurkan adalah 18°C hingga 20°C. Untuk pembesaran lintah, dibutuhkan suhu 25°C hingga 30°C. Suhu yang ada juga harus selalu diperhatikan agar tidak berubah.

Di dalam berbagai panduan cara budidaya lintah, sangat dianjurkan untuk menggunakan kolam tembok dengan ketinggian air berkisar 30 cm. Kolam tembok dianjurkan karena suhunya yang tidak mudah berubah sehingga memudahkan pengaturan suhu yang dibutuhkan. Di dalam kolam, letakkan juga beberapa benda seperti genteng bekas yang menjadi sarana untuk menempel lintah. Kolam juga harus ditutup dengan menggunakan kawat kasa. Hal ini dilakukan untuk mencegah lintah yang ada di dalam kolam untuk melarikan diri dan mengganggu lingkungan sekitar.

Proses Awal Peternakan Lintah

Setelah melakukan persiapan, langkah selanjutnya adalah untuk membudidayakan lintah yaitu untuk proses membesarkan lintah ataupun untuk menternakkan lintah. Di dalam teknik budidaya, peternak bisa membeli induk lintah dan menternakkan lintah sendiri. Satu hal yang perlu untuk diperhatikan saat sudah diputuskan untuk membeli induk lintah adalah ph dari air dan kelembapan udara. Sebainya, ph air berkisar pada 5 hingga 7 sementara untuk kelembapan udara berkisar pada 30% hingga 40%. Setelah siap, masukkan induk lintah yang ada. Satu kolam dengan ukuran 1 m2 bisa diisi dengan sekitar 800 induk.

Jangan lupa untuk meletakkan media untuk lintah menempel dan buat kolam menyeruapi lingkungan asli lintah hidup. Di habitat aslinya, lintah akan menempelkan telurnya pada akar-akar tanaman namun untuk budidaya, pasir, genteng bekas dan masih banyak lagi yang akan cukup untuk dijadikan media. Di dalam teknik beternak lintah, induk yang dipilih sebaiknya berumur paling sedikit 6 bulan induk-induk lintah yang ada harus diberi makan paling tidak satu kali di dalam dua minggu. Pakan yang disarankan adalah belut ataupun ikan lele yang berkulit licin sehingga memudahkan lintah untuk makan.

Proses Lanjutan Peternakan Lintah

Proses pembibitan lintah langsung dari indukan akan memakan waktu sekitar 6 bulan. Biasanya, induk-induk lintah akan mulai bertelur saat memasuki setidaknya setengah bulan. Telur-telur lintah tadi akan terbungkus kokon selama kuranglebih satu hingga dua minggu. Di dalam satu kokon lintah, terdapat sekitar 12 hingga 20 anak lintah. Untuk menghindari induk-induk memakan anak-anak lintah yang baru itetaskan, pisahkanlah induk dan anak ke dalam dua kolam yang berbeda.

Anak-anak lintah merupakan bibit baru yang bisa dibudidayakan untuk dijadikan indukkan ataupun bisa dibesarkan dan dijual. Anak-anak lintah ini harus deibari makan pelet setiap 2 minggu sekali selama kurang lebih 2 bulan. Di dalam cara beternak lintah, usia ideal untuk memanen lintah dan menjualnya adalah sekitar empat hingga enam bulan.

Send to Kindle
More from Budidaya
Back to Top