1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Sukses Berbisnis Budidaya Kucing Persia


Hobby memelihara kucing persia, peluang bisnisnya bagus lho, harga jualnya lumayan tinggi. Daripada hanya sekedar hobby lebih baik sekalian saja, budidaya kucing persia yuk.  Cara ternaknya juga tidak susah untuk yang hobby kucing persia, tentunya sudah terbiasa merawat kucing persia kan.

Sifat Kucing Persia

Kucing persia memiliki sifat pemalas, karenanya butuh kesabaran dan perawatan yang ekstra. Meski suka bermalas-malasan tapi kucing ini adalah jenis kucing yang lebih pintar dibanding kucing kampung. Warna bulunya dan bentuk mukanya yang artistik membuatnya memiliki nilai jual yang bagus.

Mengawinkan Kucing Persia

Mengawinkan atau budidaya kucing persia ini gampang-gampang susah, terutama sekali bahwa pengalaman menjadikan seseorang menguasai dengan baik teknik beternak kucing persia. Tetapi untuk yang masih sekedar menjalani hobby jangan takut, berikut tips mengawinkan kucing persia. Pertama soal warna bulu kucing, sangat menentukan anakan yang akan diperoleh. Jadi Anda harus pilih betul indukan yang akan dikawinkan. Kalaupun ingin coba-coba kawin silang dengan ras lain, biasanya dengan kucing anggora. Silangkan persia betina dengan anggora yang jantan, karena akan lebih mudah proses perkawinannya. Pilihkan tempat yang bersih, dan satu minggu sebelum dikawinkan periksakan dulu ke dokter.

Mempersiapkan Kucing untuk Dikawinkan

Cara beternak kucing persia berbeda dengan hewan lain, karena sifatnya yang pilih-pilih pasangan. Anda harus perhatikan betul teknik budidaya hewan jenis ini. Pada awal pertemuan kedua kucing yang akan dikawinkan sebaiknya tidak langsung dimasukkan dalam satu kandang. Karena kucing-kucing ini juga butuh waktu untuk mengenali pasangannya secara natural. Tempatkan saja mereka masing-masing di kandangnya, tapi satukan ruangannya. Beri waktu mereka untuk saling melihat dan memperhatikan satu sama lain. Hari berikutnya dekatkan kandang mereka, hari selanjutnya kalau ada respon positif tempelkan kandang mereka. Kalau terjadi interaksi diantara mereka seperti saling menjilat, mencium, atau menempelkan tubuhnya segera buka kandangnya, biarkan mereka bermain dalam ruangan tersebut. Siapkan makanan dan minuman yang cukup dan buka pintu ruangan sedikit atau memberi jalan untuk jantan keluar ruangan, karena pada waktu kucing kawin, si betina akan sesekali kesakitan, lalu mengusir jantan tapi mereka akan kawin lagi sampai pembuahannya sempurna.

Perawatan Kucing Persia

Perawatan dan pemeliharaan kucing ras persia yang paling sulit adalah bagaimana menjaga bulu kucing agar tidak tertelan, karena kebiasaan kucing yang suka menjilati badannya, padahal bulu-bulu kucing ini panjang, atau istilahnya hairball atau bola rambut. Berikan sedikit campuran margarin dalam makanannya untuk mengeluarkan hairball pada kucing, atau bisa juga membeli pasta khusus di toko hewan. Tapi sejatinya kucing ini memiliki cara alami untuk mengeluarkan hairball yaitu dengan memakan rumput. Tetapi kalau kucing persia Anda sudah sering batuk-batuk, susah bernafas, juga muntah-muntah, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk operasi, karena itu tandanya hairball-nya sudah membesar.

Perhatikan Kandang dan Ruangan Bermainnya

Cara budidaya kucing persia berbeda dengan hewan lain, karena justru membutuhkan tempat yang bersih dan nyaman. Kucing-kucing rumahan seperti persia ini tidak suka tempat yang kotor.  Anda harus membersihkan kandangnya setiap hari, selain juga memberinya makanan dan air yang cukup. Dijaga agar tidak becek, dan pastikan sirkulasi udaranya bagus. Tempat bermainnya juga sebaiknya bersih dan jauh dari benda-benda yang bisa mengakibatkan keracunan. Penting untuk menjaga kelembaban suhu udara sebaiknya jangan lebih dari 24C.

Makanan Kucing Persia

Dalam budidaya kucing persia hal lain yang harus sangat diperhatikan adalah makanannya, karena ia memiliki perut yang sensitif. Makanan yang baik untuk ras ini adalah makanan mentah seperti daging sapi atau daging ayam yang digiling, karena mudah dicerna dan memiliki kemiripan dengan makanannya di alam bebas, sehingga tidak mudah muntah.

←More from Budidaya

↑ Back to Top