Cara Budidaya Kentang: Panduan Singkat

Siapa yang tidak kenal dengan bahan pangan yang satu ini? Sumber karbohidrat yang rendah gula ini semakin popular saja di masyarakat. Ya, kentang merupakan jenis sumber karbohidrat yang banyak dipilih masyarakat modern ini karena kadar gulanya yang tidak terlalu tinggi (lebih rendah dari nasi) sehingga banyak masyarakat yang berdiet dengan makanan ini. Selain itu, kehadiranFrench fries yang digemari oleh masyarakat menjadikan komoditi kentang semakin laris di pasaran.

Kentang

Gambar Kentang

Klasifikasi

  • Kingdom  : Plantae
  • Divisi         : Spermatophyta,
  • Subdivisi  : Angiospermae,
  • Kelas         : Dicotyledonae,
  • Ordo          : Solanales,
  • Famili       : Solanaceae,
  • Genus       : Solanum
  • Spesies     : Solanum tuberosum

Syarat Tumbuh Tanaman Kentang

Sebelum Anda mengetahui cara penanaman dan tahapan cara budidaya kentang, sebaiknya Anda ketahui terlebih dahulu syarat tumbuh tanaman ini. Jika lahan yang Anda miliki sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan untuk bertanam kentang, maka Anda bisa memulai menanam kentang saat ini juga.

  1. Bercocok tanam kentang memang cocok untuk ditanam di negara kita. Namun demikian, tanaman ini akan tumbuh dengan optimal di area sejuk, di dataran tinggi misalnya. Kentang yang ditanam di dataran rendah dengan suhu yang kurang dingin akan menghasilkan kentang berukuran kecil.
  2. Kentang merupakan jenis tanaman yang membutuhkan curah hujan sedang yakni 1500 mm per tahunnya.
  3. Kentang tumbuh dengan optimal pada suhu antara 15-18 derajat celcius di malam hari dan 24-30 derajat celcius di siang hari. Suhu seperti ini bisa diperoleh di daerah beriklim sejuk seperti di pegunungan misalnya.
  4. Sebaiknya tanaman kentang ditanam di wilayah yang tidak berangin. Mengapa demikian? Karena angin kurang cocok untuk jenis tanaman umbi dimana angina dapat dengan mudah menghembuskan berbagai macam virus dan penyakit yang berbahaya bagi tanaman kentang.

Mulai Berbudidaya Kentang

Seperti halnya berbudidaya jenis tanaman pangan lainnya, ada beberapa tahapan teknik budidaya kentang yang harus Anda perhatikan. Berikut ini adalah beberapa tahapan cara menanam kentang :

Persiapan Lahan

Kentang merupakan jenis tanaman yang membutuhkan lahan yang subur, gembur dan berhumus. Hal ini penting untuk diingat agar hasil panen kentang nantinya bisa optimal. Untuk itu, persiapan lahan untuk kentang agak berbeda dengan jenis tanaman lainnya. Letak perbedaannya ada pada dua hal :

  1. Pembajakan dilakukan sebanyak dua kali untuk menciptakan tanah yang kaya humus dan gembur. Perlakuan membajak diimbangi dengan mencangkul agar tanah benar-benar sesuai dengan harapan Anda. Membajak dan mencangkul kembali dilakukan setelah proses pembajakan dan pencangkulan pertama selesai dilakukan selama beberapa hari.
  2. Tanah yang akan ditanami kentang perlu ditambah ketinggiannya. Hal ini bukanlah tanpa alasan, karena meninggikan lahan ini bertujuan agar tanah kaya akan udara. Selain itu, proses peninggian ini tidak sulit dilakukan karena dapat dilakukan sambil membajak dan mencangkul.

Tips : Jangan sampai Anda lupa untuk menambahkan pupuk sebelum lahan ditanami. Pupuk ini dapat berupa pupuk kandang (dari kotoran sapi), pupuk kompos (dari sisa sayuran dan tanaman) maupun pupuk buatan agar tanah bernutrisi dan siap untuk ditanami.

Pembibitan Kentang

Proses pembibitan kentang dapat Anda lakukan sendiri yakni dengan menyimpan kentang hingga bertunas di gudang selama kurang lebih 4 bulan. Namun demikian, bagi Anda yang ingin membeli bibit kentang, tidak ada salahnya Anda bertransaksi di penjual bibittanaman kentang terdekat.

Yang perlu Anda ingat dalam membeli bibit pohon kentang adalah membeli bibit kentang yang berkualitas dan sehat. Sedangkan ciri fisik bibit kentang yang baik adalah seukuran telur bebek atau telur ayam dengan berat bibit seberat 30-80 gram. Untuk tunasnya, tunas yang baik untuk ditanam adalah tunas yang berukuran 2-3 cm dan berjumlah 3-5 tunas setiap bibit kentang.

Penanaman Kentang

Setelah Anda menyiapkan lahan dengan baik dan melakukan pembibitan dengan tepat, kini saatnya Anda mulai menanam bibit kentang Anda dengan cara tanam yang tepat. Penanaman kentang ini idealnya dilakukan kira-kira satu minggu setelah lahan disiapkan. Berikut ini beberapa panduan bermanfaat bagi Anda dalam teknik menanam kentang :

  1. Kubur bibit tanah sedalam kira-kira 8 cm di bawah permukaan tanah. Kedalaman tanah ini harus ideal, jangan sampai kentang terkubur terlalu dalam di dalam tanah.
  2. Pilih tunas bibit kentang yang paling baik dan letakkan tunas tersebut menjulang ke atas permukaan tanah, sehingga yang terlihat dari permukaan tanah adalah tunasnya saja.
  3. Semprotkanlah tunas tersebut dengan pestisida dengan ukuran ideal 500 liter larutan per hektar agar tanaman kentang dapat bertahan dari serangan hama di awal masa tumbuhnya.

Pemupukan dan Penyiangan

Tahapan yang satu ini merupakan tahapan yang cukup rumit namun bisa untuk dilakukan. Tahap pemupukan tanaman kentang dilakukan selama 20 hari sekali untuk menghasilkan panen kentang yang optimal.

Pemberian pupuk NPK dilakukan saat umbi mulai tumbuh yakni sekitar 30 hari setelah penanaman.Kemudian, pada fase hari 40 setelah penanaman, kentang kembali diberikan pupuk dengan HP tinggi (bisa didapatkan di toko pupuk). Setelah itu, pada hari ke 60 setelah penanaman, kentang kembali dipupuk dengan pupuk ber-PK tinggi dan pada hari ke 90 kentang diberikan pupuk dengan HP tinggi kembali.

Selain memupuk, penyiangan juga sangat penting untuk dilakukan. Gulma dan berbagai hewan pengganggu harus disingkirkan dari tanaman kentang agar dapat tumbuh maksimal. Selain itu, upaya agar umbi terus berada di dalam tanah dan tidak terkena sinar matahari sangatlah penting (agar umbi tidak beracun).

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa bunga yang tumbuh pada tanaman kentang harus segera dibuang dan pemberian air tidak boleh berlebihan.

Pemanenan

Pemanenan dilakukan saat tanaman kentang bagian atas telah mongering, yakni sekitar 85 hari setelah penanaman.

Selamat bertanam!

Be the first to comment on "Cara Budidaya Kentang: Panduan Singkat"

Leave a comment