1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Kelinci Pedaging


Memiliki usaha sendiri tentunya merupakan harapan bagi setiap orang. Kehidupan finansial yang jauh lebih baik, itulah tujuan utama dari membuka usaha sendiri. Membuka usaha sendiri memang jauh lebih bebas. Kerja keras yang dilakukan juga memberikan hasil yang sangat sepadan. Jika bekerja keras maka hasilnya juga akan lebih besar, hal ini berbeda dengan bekerja sebagai karyawan kantoran yang cenderung lebih tetap. Banyak sektor usaha yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk membuka suatu usaha. Salah satunya adalah memelihara kelinci pedaging. Prospek dari jenis usaha ini sebenarnya masih besar. Persaingan di pasar juga tidak terlalu tinggi, akan tetapi jika berbicara mengenai permintaan pasar, permintaannya saat ini masih cukup tinggi. Karena itu, usaha ini bisa menjadi pertimbangan bagi mereka yang ingin memiliki unit usaha sendiri.

Mengenal Jenis Kelinci Pedaging

Memlihara kelinci pedaging tentunya tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Sebelum memutuskan untuk bergelut di bidang ini, sebelumnya perlu mengetahui cara ternak dan tentunya juga mengetahui jenis kelinci yang paling tepat untuk produksi daging. Ada banyak jenis kelinci yang biasa diternakkan. Beberapa diantaranya adalah Angora, New Zealand White, Californian dan Belgian. Akan tetapi jenis yang paling baik untuk produksi daging adalah jenis Californian dan New Zealand White. Meski kedua jenis kelinci tersebut merupakan kelinci pedaging, bulu kedua kelinci tersebut juga bisa dimanfaatkan.

Tempat yang paling Tepat untuk Membudidayakan Kelinci

Untuk membudidayakan kelinci, peternak harus tahu cara beternak kelinci dan tempat-tempat yang paling sesuai untuk digunakan sebagai tempat tinggal sang kelinci. Kondisi lingkungan yang nyaman bagi kelinci akan menghasilkan hasil ternak yang baik. Tempat paling ideal untuk memelihara kelinci adalah di tempat yang jauh dari tempat tinggal manusia, dekat dengan sumber air, bebas dari polusi, terhindar dari suara bising dan tentunya jauh dari predator. Tempat tinggal seperti ini mampu memberikan hasil ternak yang jauh lebih optimal. Jika memungkinkan, ada baiknya memberi ruang yang cukup lega bagi kelinci ternak agar mereka lebih leluasa bergerak.

Panduan Menentukan Kandang Kelinci

Secara umum sebenarnya beternak apapun itu dasarnya sama. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara memilih lokasi tempat beternak yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan pakan dan penyediaan bibit. Hal pertama yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mempersiapkan tempat tinggal serta sarana lain yang dibutuhkan oleh kelinci ternak. Dalam menentukan atau membuat kandang kelinci, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah suhu kandang. Untuk tips yang terkait dengan suhu ideal untuk kandang kelinci ternak adalah 21°C. Sirkulasi udaranya juga harus lancar. Lama pencahayaan juga harus dipertimbangkan. Untuk pencahayaan, idealnya lamanya adalah 12 jam.

Dalam cara budidaya kelinci yang benar, kelinci harus dipisahkan antara kandang induk dan anak-anaknya, serta pemisahan antara kandang kelinci jantan dan betina. Pemisahan antara kandang kelinci jantan dan betina ini dilakukan untuk menghindari perkawinan awal kelompok. Untuk ukurannya sendiri, kandang berukuran 200 x 70 x 70 cm dapat menampung 12 ekor kelinci betina atau 10 ekor kelinci jantan, sedangkan untuk kandang anak, ukurannya cukup 50 x 30 x 45 cm.

Pembibitan Kelinci

Setelah kandang sudah siap, berikutnya adalah pembibitan. Pada teknik budidaya, pembibitan merupakan tahapan yang sangat penting. Teknik yang salah dalam pembibitan akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan hasil budidaya. Untuk ternak kelinci pedaging, pilih bibit berdasarkan bobot badan dan tingkat perdagingannya. Selain itu, bibit kelinci juga harus memiliki sifat fertilitas yang tinggi, tidak cacat, lincah, tidak mudah nervous hingga memiliki mata dan bulu yang bersih. Agar bibit tumbuh dengan baik, maka pemberian pola makan harus dilakukan secara teratur dan mencukupi kebutuhan.

Reproduksi dan Perkawinan Kelinci Ternak

Dalam teknik beternak kelinci, peternak juga harus memperhatikan proses regenerasi kelinci ternak. Untuk itu peternak harus memastikan bahwa proses reproduksi dan perkawinan kelinci berjalan. Usia kelinci yang harus segera dikawinkan adalah kelinci yang telah berusia 5 bulan. Bagi pejantan yang baru pertama kali mengawini, maka jodohkan dengan betina yang sebelumnya sudah pernah beranak. Waktu perkawinan adalah pagi atau sore. Dalam proses perkawinan, biarkan proses ini terjadi hingga 2 kali. Setelah itu barulah kelinci betina dan jantan bisa dipisahkan.

Kelahiran dan Pemeliharaan Kelinci

Periode kebuntingan kelinci adalah 30 hingga 32 hari. Untuk mengetahui apakah kelinci betina sudah bunting, peternak bisa meraba bagian perut kelinci. Jika ada bola-bola kecil, berarti kelinci betina tersebut tengah bunting. Hal yang perlu diperhatikan setelah proses kelahiran terjadi adalah memisahkan kelinci yang akan melahirkan dari kelinci lain. Hal ini dilakukan 5 hari menjelang kelahiran. Setelah proses kelahiran, anak kelinci harus diberi perawatan ekstra. Kandang yang nyaman, pemberian makan yang teratur serta pengontrolan penyakit harus dilakukan agar kesehatan kelinci tetap terjaga. Dengan mengetahui cara budidaya kelinci pedaging, beternak kelinci pedaging tentu akan lebih terarah.

←More from Budidaya Ternak

↑ Back to Top