1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Jati Putih Unggulan


Banyak cara yang bisa ditempuh untuk mendulang keuntungan dengan cara halal, khususnya saat berinvestasi. Investasi tidak mesti dilakukan dengan bermain saham atau menaruh modal uang pada perniagaan. Investasi bisa dari bidang perhutanan (tanaman kehutanan), yang menghasilkan laba berlipat ganda, utamanya dari budidaya pohon jati. Kualitas kayu jati jelaslah tidak diragukan lagi.

Dikenal sebagai kayu kelas atas (mewah) yang awet, kuat, dan keras sehingga sangat cocok sebagai material bangunan dan furnitur. Sebab Itulah, kayu jati menjadi favorit sebagai bahan bangunan dan bahan mebel karena selain kuat, tekstur serat yang halus dan struktur kayunya pun lurus alias tidak banyak cabangnya. Tekstur serat halus membuat jati putih mudah digergaji dan diserut, sementara itu, tanpa banyak benjolan atau cabang, membuatnya bisa diolah dan dibentuk dengan cepat, mudah, dan baik sesuai keinginan dan selera (selera seni atau artistik juga tujuan fungsionalitas) tanpa mempersalahkan cabang dan pembengkokannya.

Berinvestasi pada pohon jati dengan teknik budidaya yang sederhana dan tidak sukar, akan membawa pada masa depan yang cerah karena begitu menguntungkan dengan modal awal cukup rendah, dan sebaliknya, harga jual bibit tanaman dan kayunya—baik yang telah diolah (melewati proses pengerjaan) maupun belum—yang begitu tinggi. Lebih-lebih, Indonesia tersohor sebagai pusat pohon jati dunia, sehingga bisa mengalirkan devisa bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi negara.

Cara Budidaya dan Pemeliharaan Jati Putih

Menanam dan memelihara pohon jati sejak pembibitan jelas membutuhkan modal kesabaran tingkat tinggi—berbeda dari bisnis makanan misalnya, yang bila laris, modal balik bisa didapat hanya dalam hitungan bulan—dengan masa panen yang paling cepat sekitar 7 tahun, hingga 15 tahun dengan diameter 50 cm dan tinggi pohonnya 30 meter, seperti halnya jati putih. Memanen jati putih hanya dalam waktu 15 tahun itu sendiri juga merupakan inovasi karena di masa dahulu, jati butuh waktu 40 sampai 50 tahun sebelum ia bisa menjadi tanaman industri (perkayuan). Namun demikian, jati yang kuat tentunya telah teruji dari lama usianya, maka semakin tua semakin ia lebih menonjol kualitasnya. Di luar semua itu, yang jelas, cara menanam jati putih tidak memerlukan teknik rumit dan njlimet untuk mempraktikkannya.

Penyiapan Lahan

Dari berbagai jenis jati, jati putih memiliki ciri khas warna kayu yang pucat, lebih kuning hingga krem dibandingkan jenis jati lainnya. Langkah awal cara budidaya sebelum membuka memulai penanaman, siapkanlah lahan untuk pohon jati putih di dataran rendah bercurah hujan 1.000 sampai 1.200mm per tahun, bertekstur tanah lempung, lempung berpasir, ataupun liat berpasir, dengan anjuran prioritas di tanah berkapur, selain itu hindari tekstur tanah yang becek atau mudah tergenang air karena jati tidak cocok dengan kondisi terlalu banyak air.

Sistem Drainase dan Pencegahan Hama

Sistem drainase yang baik sangatlah penting. Setelah pemilihan lahan, perhatikan cara tanam, jarak tanam jati putih idealnya adalah 3 x 3 meter sampai 8 x 8 meter. Untuk itu, buatlah lubang untuk bibit dengan jarak tiap lubang sepanjang 3 x 3 m hingga 8 x 8 m. Perawatan jati putih dapat dikatakan tidak sulit. Untuk mencegah hama dan penyakit, semprotkan insektisida secara teratur, dan jangan berlebihan. Selain itu, cabuti atau siangi rumput serta tanaman liar (parasit) di sekitar pohon jati.

Proses Pemberian Pupuk

 Proses pemupukan juga merupakan salah satu hal penting dari semua tahap budidaya jati putih. Berilah pupuk urea atau NPK secara berkala setiap dua bulan sekali selama dua tahun. Taburlah pupuk sebagaimana dosis yang tepat dalam panduan, serta sesuaikan pula dengan kondisi tanah.
Send to Kindle
More from Budidaya Pohon
Back to Top