1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Kakao


Coklat merupakan salah satu jenis makanan dan minuman yang sangat digemari di seluruh dunia. Coklat yang bisa dinikmati di pasaran berasal dari pohon kakao yang menghasilkan buah kakao. Biji kakaolah yang nantinya akan diproses menjadi coklat dengan citarasa lezat dengan efek endorfin yang merilekskan. Berikut ini adalah cara budidaya kakao yang perlu dilakukan.

Pembibitan Kakao

Untuk mendapatkan bibit pohon kakao, cara generatif bisa dilakukan dengan penyemaian biji buah coklat kakao. Selain itu, pembibitan bisa pula dilakukan secara vegetatif dengan menggunakan teknik stek maupun okulasi. Namun, sebelum bisa ditanam di lahan, bibit tanaman coklat tersebut sebaiknya sudah berusia 4-5 bulan dengan tinggi pohon 50-60 cm. Helaian daun pada bibit paling tidak sudah berjumlah 20-40 helai dengan minimal daun tua berjumlah 4 helai. Batang harus berdiameter 8 mm dan bibit tersebut harus dalam keadaan sehat.

Jumlah bibit yang diperlukan dalam budidaya coklat sangat tergantung pada luas lahan serta jarak tanam yang dipilih. Jarak tanam perlu dipertimbangkan dengan baik dengan melihat jenis tanah serta iklim di are penanaman. Sebagai contoh, bibit sejumlah 1.650 batang diperlukan untuk setiap hektar lahan jika jarak tanam yang dipilih adalah 2,4 x 2,4 meter. Akan tetapi, jika jarak tanam yang dipilih adalah 5 x 5 m, bibit yang diperlukan hanya 400 batang.

Penanaman Pohon Pelindung

Dalam teknik budidaya tanaman kakao, selain menanam pohon kakao itu sendiri, petani juga perlu menanam pohon pelindung yang bersifat sementara dan bersifat tetap. Pohon pelindung sementara perlu ditanam saat pohon kakao belum mempunyai tajuk yang saling bertaut dan belum menghasilkan. Sementara itu, pohon pelindung permanen perlu ditanam untuk melindungi pohon yang sudah mulai menghasilkan buah.

Pemeliharaan Tanaman Kakao

Dalam upaya bercocok tanam kakao, pemliharaan yang tepat perlu pula dilakukan. Pemeliharaan yang harus dilakukan oleh petani kakao berupa pemangkasan, penyiangan, dan pemupukan. Proses pemangkasan boleh jadi merupakan proses pemeliharaan yang paling rumit dalam teknik menanam kakao karena berkaitan dengan empat komponen utama yakni bentuk, tunas air, sanitasi, dan struktural.

Pemangkasan Bentuk

Pemangkasan ini merupakan bagian penting dalam cara menanam kakao karena tanaman dan tajuk kakao akan dibentuk dalam proses. Tujuannya adalah untuk memacu pertumbuhan dan perkembanga cabang-cabang sekunder yang akan memunculkan buah yang lebih banyak pula. Pemangkasan ini dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama, pemangkasan pucuk, dilakukan ketika pohon berusia 3-6 bulan setelah tanam dengan cara memotong bagian ujung titik tumbuh dominan untuk meningkatkan pertumbuhan cabang samping ke arah atas. Cabang yang menggantung juga perlu dipotong sehingga cabang kuat pada usia awal bisa terpacu pertumbuhannya.

Pemangkasan bentuk tajuk yang merupakan tahap kedua pemangkasan bentuk dilakukan saat tanaman menginjak usia 6-9 bulan setelah tanam. Cabang utama dirangsang dengan memotong cabang lateral dengan ukuran tinggi 40-60 cm di atas permukaan tanah. Tajuk yang melingkar perlu dibuat dengan cara memotong cabang yang menggantung atau merendah. Penutupan tajuk dipicu dengan meningglkan cabang utama sejumlah 4-5 dengan jarak yang sama dari titik keluarnya cabang kipas.

Pemangkasan Tunas Air

Fungsi pemangkasan ini pada pohon yang muda adalah untuk membentuk struktur yang kuat serta menghindari pertumbuhan cabang yang berlebihan sedangkan pada tanaman dewasa, pemangkasan ini berguna untuk meningkatkan cadangan nutrisi sehingga perkembangan buah lebih terpacu dan udara serta sinar matahari bisa lebih lancar sirkulasinya.

Teknik perawatan berupa pemangkasan ini dilakukan setiap tiga bulan dengan cara memangkas setiap tunas dengan ketinggian kurang dari 40-60 cm di atas permukaan tanah. Tunas yang tumbuh kembali dalam struktur yang sudah dibentuk perlu pula dipangkas. Tunas vertikal yang muncul dari bagian bawah pohon yang miring atau roboh dibiarkan tumbuh sebagai pengganti tanaman tua sementara tunas vertikal yang tidak tumbuh tegak dipangkas habis.

Pemangkasan Sanitasi dan Struktural

Pemangkasan dengan tujuan sanitasi merupakan salah satu tips penting dalam cara tanam kakao agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal karena pemangkasan ini akan mencegah serta mengurangi resiko serangan hama. Dengan sinar matahari dan aliran udara yang lebih banyak masuk pada struktur tanaman, resiko serangan hama, gulma, dan penyakit bisa dikurangi. Dengan demikian, tanaman akan menjadi semakin sehat sehingga perkembangan buah akan bisa lebih ditingkatkan.

Pemangkasan ini bisa dilakukan bersamaan dengan pemangkasan struktural atau saat ada banyak cabang tidak sehat yang terlihat sekitar atau sekitar 5-6 bulan sekali. Pemangkasan struktural sendiri dilakukan agar 4-5 cabang uatam bisa berkembang secara berkelanjutan sebagai kerangka primer. Pemangkasan ini juga berguna untuk merangsang pergantian cabang tanaman dewasa yang sudah tua atau tidak sehat. Tajuk juga akan dipertahankan dalam bentuk yang baik dan membulat dengan pemangkasan yang juga dilakukan sekitar 5-6 bulan sekali ini.

Penyiangan dan Pemupukan

Penyiangan penting dilakukan minimal satu bulan satu kali agar penyerapan unsur hara dan air tidak terganggu selain untuk mencegah perkembangan hama dan penyakit. Sementara itu, pemupukan perlu dilakukan saat tanaman sudah berusia dua bulan setelah tanam.

Tanaman yang belum berbuah dipupuk dengan jarak 15-50 cm dari batang utama tanaman berusia 2-10 bulan dan 50-75 cm dari batang utama tanaman berusia 14-20 bulan. Tanaman yang sudah menghasilkan perlu dipupuk dengan jarak 50-75 cm dari batang utama dengan kedalaman 10 cm.

←More from Budidaya

↑ Back to Top