Teknik Budidaya Jambu Mete

Jambu mete menghasilkan biji mete yang merupakan komoditas ekspor yang sangat menjanjikan. Berikut ini merupakan cara budidaya jambu mete.

Syarat Tumbuh

Agar tumbuh dengan baik, jambu mete perlu ditanam di lokasi dengan temperatur tinggi. Meskipun distribusi curah hujan merupakan faktor yang penting dalam bertanam jambu mete, jumlah hujannya sendiri tidak begitu penting. Satu hal yang pasti, buah jambu mete akan berkembang dengan sempurna jika pada masa pembungaan, pohon tidak terpapar terlalu banyak hujan. Dengan kata lain, kualitas buah akan terjamin jika pendewasaan buah terjadi pada musim kemarau.

Jambu mete bisa beradaptasi dengan lingkungan yang sangat kering karena sistem perakaran yang menyebar luas sehingga air tanah bisa dicapai dengan mudah. Untuk daerah kering dengan curah hujan 800-1000 mm per tahun, tanah dalam yang mudah dikeringkan diperlukan tetapi tanpa lapisan yang tidak bisa dilalui oleh air.

Budidaya

Untuk memperbanyak tanaman jambu mete yang merupakan teknik budidaya yang penting, petani bisa menggunakan buah geluk jambu mete yang sudah matang pohon. Buah geluk kering dengan kandungan air yang rendah akan bisa digunakan sebagai bibit dengan jangka waktu satu tahun. Untuk mendapatkan pohon yang baik dan mampu tumbuh maksimal, pembibitan dilakukan dengan memilih benih dari pohon jambu mete dengan kualitas terbaik. Namun, benih yang diambil dari pohon dengan sistem penyerbukan terbuka sebaiknya tidak digunakan untuk keperluan pembibitan.

Pembibitan Vegetatif

Untuk mendapatkan bibit dengan kualitas terbaik, perbanyakan sebaiknya dilakukan dengan klon melalui proses pencangkokan terutama pencangkokan dahan. Perbanyakan dengan sistem penempelan mata tunas serta dengan sistem pengentenan pucuk juga bisa dilakukan dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Perbanyakan dengan stek juga bisa dilakukan meskipun bibit yang dihasilkan tidak begitu banyak sehingga kurang bisa memenuhi kebutuhan penanaman di lapangan.

Kultur Jaringan

Selain perbanyakan vegetatif yang sudah lazim dilakukan oleh banyak petani, perbanyakan bibit jambu mete dengan sistem kultur jaringan rupanya sudah berhasil dilakukan di Belgia. Namun, keberhasilan ini masih merupakan tahap yang sangat awal.

Penanaman Benih

Tanah gembur akan sangat diperlukan untuk proses perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jambu mete fase awal. Untuk itu, cara budidaya yang harus dilakukan adalah dengan menggali lubang tanam pada tanah padat sedalam 50 cm yang kemudian harus ditimbun dengan tanah yang sudah dicampur dengan pukuk kompos atau pupuk kandang. Dalam satu lubang, tiga butir benih jambu mete ditanam dalam lubang tanam sedalam 50 cm. Dari tiga butir benih yang ditanam, salah satu benih yang sudah tersemai paling baik dipertahankan.

Penanaman Bibit Klon

Petani harus memperhatikan bahwa cara tanam dengan bibit klon perlu diperhatikan dengan lebih seksama karena caranya sedikit berbeda dengan cara tanam menggunakan benih. Klon ditanam dengan jarak 12-15 m untuk mendapatkan produksi buah yang maksimal karena kanopi pohon menjadi lebih luas. Namun demikian, lebar maksimal kanopi juga akan dipengaruhi oleh bibit serta keadaan iklim.

Pemeliharaan

Setelah menanam bibit dengan cara tanam yang tepat, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan penyiangan dan pembersihan gulma paling tidak dengan radius 1 meter di sekeliling pohon.

Pemupukan

Selain itu, cara menanam yang baik harus pula diimbangi dengan pemupukan yang tepat untuk mendorong prose pertumbuhan semaian serta pertumbuhan bunga pada usia yang relatif muda. Pupuk nitrogen sejumlah 13 kg, P2O5 sejumlah 4 kg, dan K2O sejumlah 3 kg dibutuhkan untuk memproduksi kurang lebih 420 kg buah geluk mentah setiap hektar penanaman jambu mete. Pemotongan cabang dan dahan pohon jambu mete juga perlu dilakukan untuk memicu pertumbuhan tunas yang akan membentuk kanopi tanaman.

Be the first to comment on "Teknik Budidaya Jambu Mete"

Leave a comment