Cara Budidaya Jambu Biji

Jambu biji merupakan salah satu komoditas holtikultura favorit terlebih setelah publik mengetahui mengenai khasiat jambu biji yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Jenis jambu biji sendiri cukup beragam, tetapi jambu biji yang menjadi favorit dan banyak dicari adalah jambu biji merah. Berikut ini merupakan cara budidaya jambu biji untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Pembibitan

Bibit jambu biji yang akan ditanam di lahan bisa didapat dengan prose pembibitan generatif yakni dengan menggunakan benih dari buah dewasa dan tidak jatuh dari tanah. Untuk mendapatkan tanaman jambu biji yang tumbuh lebih cepat dan berbuah lebih cepat, pembibitan vegetatif juga bisa dipilih dengan cara pencangkokan maupun okulasi.

Pengolahan Tanah

Lahan untuk penanaman jambu biji dipilih dengan kriteria tanah yang subur dan kaya kandungan nitrogen. Lahan yang berbukit-bukit bisa digunakan untuk bertanam jambu biji asal lahan tersebut dibuat berteras. Lahan harus dibersihkan dari berbagai macam tanaman pengganggu sebelum kemudian digemburkan dengan cangkul atau bajak sedalam 30 cm untuk bibit hasil cangkokan dan 50 cm untuk bibit hasil okulasi.

Saluran air dengan lebar satu meter perlu dibuat dengan disesuaikan dengan kedalaman air tanah. Bedengan juga perlu dibuat dengan lebar sekitar 3 meter dan tinggi 30 cm. Jarak tanam yang ideal adalah 4 meter dengan jarak bari bedengan 2,5 meter. Tanaman ditanam membujur dari utara ke selatan untuk memaksimalkan paparan sinar matahari. Bibit pohon jambu biji yang baru ditanam perlu pula dilindungi oleh atap dengan jarak satu meter antar bedengan.

Pengapuran dan Pemupukan Lahan

Pengapuran dilakukan jika lahan tanam berada di dataran rendah yang masih bersifat asam terutama jika sebelumnya lahan tersebut adalah bekas tambak. Lubang ukuran 1 x 1 dibuat untuk menampung 0,5 liter kapur. Setelah satu bulan, lahan baru dipupuk dengan pupuk kompos atau kandang.

Penanaman

Hal pertama yang harus dilakukan dalam teknik budidaya  jambu biji adalah pembuatan lubang tanam. Lubang tanam dengan ukuran 1 x 1 0,8 meter dibuat satu bulan sebelum masa tanam dengan jarak antar lubang tanam 7-10 meter. Lubang kemudain ditutup kembali dengan tanah yang sudah dicampur dengan kurang lebih pupuk kandang sebanyak 20 liter. Bibit jambu biji sudah bisa ditanam setelah satu bulan setelah pembuatan lubang dengan kedalam yang disesuaikan dengan batas akar dan batang pohon. Penyiraman dilakukan jika bibit ditanam pada musim kemarau saja.

Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan perlu dilakukan jika bibit dirasa tumbuh terlalu dekat agar bibit bisa tumbuh dengan sempurna. Bibit yang tidak tumbuh dengan optimal perlu diganti dengan bibit baru sesegera mungkin.

Pemotongan

Ada cara tanam selanjutnya yang harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan buah jambu biji yakni dengan menyiangi pohn di sekitar bibit selama dua minggu. Penyiangan ini dilakukan hanya pada dahan tua dan dahan muda. Penyiangan juga dilakukan jika jumlah buah terlalu banyak dengan cara mengurangi tunas dalam satu ranting sehingga hasil buah lebih maksimal dari segi ukuran dan rasa. Pemangkasan tajuk yang rimbun juga perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil buah jambu biji.

Pemupukan

Menjaga kesuburan tanah juga merupakan proses penting yang harus dilakukan dalam proses cara menanam pohon jambu biji. Pada usia 0-1 tahun, 40 kg pupuk kandang, 50 kg pupuk TSP, 100 gram pupuk Urea, dan 20 gram pupuk ZK perlu diberikan di sekeliling pohon. Pada usia 1-3 tahun terutama setelah pohon menghasilkan buah dua kali, setiap pohon jambu biji perlu diberikan pupuk NPK 250 gram dan pupuk TSP 250 gram. Pemupukan pada tanaman berusia lebih dari 3 tahun dilakukan jika tanaman tidak tumbuh optimal.

Be the first to comment on "Cara Budidaya Jambu Biji"

Leave a comment