1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Jahe Merah Dalam Keranjang Agar Tumbuh Subur


Jahe merah termasuk dalam kategori tanaman jahe. Tanaman obat ini juga masuk dalam kelompok tumbuhan rumpun berbatang semu atau rimpang. Semua orang tentu sudah tahu bahwa jahe sering selain digunakan sebagai obat, jahe juga sering digunakan sebagai bahan rempah untuk memasak dan minuman. Namun, jahe lebih banyak dimanfaatkan sebagai campuran dalam pembuatan obat – obatan dan jamu karena khasiatnya yang bagus untuk kesehatan.  Jahe diperkirakan berasal dari daerah Asia pasifik yang menyebar dari India sampai ke Cina. Oleh sebab itu banyak orang yang menganggap bahwa India dan Cina adalah negara yang pertama kali memanfaatkan jahe sebagai bumbu masak, bahan minuman, dan obat – obatan tradisional. Cara budidaya jahe merah dalam keranjang saat ini banyak diminati karena dapat menghasilkan jahe yang lebih berkualitas dan cocok untuk bercocok tanam di tempat yang terbatas. Cara budidaya jahe merah sebenarnya cukup mudah. Teknik budidaya jahe merah hampir sama dengan jenis jahe lainnya.

Ciri – Ciri Tanaman Jahe Merah

Pohon jahe merah memiliki batang semu. Ketinggian tanaman dapat mencapai 30 sentimeter sampai 1 meter dengan rimpang berwarna jingga atau kuning bila di potong. Daun dari tanaman berdaun sempit dengan panjang daunnya 15 sampai 23 mm dan lebar 8 sampai 15 mm. Tangkai daunnya berbulu dengan panjang 2 sampai 4 mm. Lidah daun berbentuk memanjang dengan panjang 1 cm. Sama seperti jenis jahe lainnya, tanaman ini memiliki bunga menyerupai malai yang tersembul berbentuk bundar telur atau tongkat yang akan menyempit. Gagang bunga sedikit berbulu, rahis berbulu jarang, dan terdapat buah berbentuk lanset. Jahe merah sesuai dengan namanya memiliki rimpang yang berwarna merah. Ukuran jahe ini lebih kecil daripada jenis jahe yang lain. Jahe merah bisa dipanen saat tanaman sudah tua karena semakin tua tanaman jahe merah, maka semakin banyak kandungan minyak atsirinya. Jahe merah dapat digunakan sebagai bahan pembuatan minuman untuk menghangatkan tubuh, minuman bubuk, minuman segar, campuran dalam makanan, obat – obatan dalam bentuk pil atau kapsul.

Tahap Persiapan Bibit

Sebelum mengetahui cara budidaya jahe merah dalam keranjang, tentu hal utama yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah bibit jahe merah. Untuk pembibitan, tentu seharusnya dipilih bibit yang berkualitas. Bibit jahe merah yang berkualitas adalah bibit yang memenuhi persyaratan mutu fisiologik, mutu genetik, dan mutu fisik. Mutu fisik yaitu berarti bibit bebas hama dan penyakit. Oleh sebab itu, kriteria yang harus dipenuhi diantaranya adalah bahan bibit jahe merah harus diambil langsung dair kebun bukan membeli dari pasar. Selain itu, bahan bibit juga harus dipilih dari tanaman jahe merah yang sudah tua atau berumur sekitar 10 bulan dan tanaman jahe merah harus sehat atau kulit rimpangnya tidak lecet. Setelah mendapatkan bibit jahe merah yang bagus, hal lain yang perlu diperhatikan adalah teknik menanam atau penyemaian bibit. Untuk pertumbuhan bibit jahe yang seragam,cara menanam bibit tersebut tidak boleh ditanam langsung. Sebaiknya bibit dikecambahkan terlebih dahulu. Cara tanam atau penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu.

Cara Penamanan Jahe Merah Dalam Keranjang

  • Siapkan keranjang untuk media tanam

Karena jahe merah akan ditanam dalam keranjang, siapkan keranjang secukupnya. Keranjang tersebut bisa terbuat dari kayu, rotan, atau bambu. Namun, keranjang tersebut harus memiliki dinding yang rapat sehingga tanah di dalam keranjang tidak mudah jatuh atau tercecer dari keranjang. Pilih keranjang yang jaring – jaring tepinya rapat.

  • Isi keranjang dengan tanah

Setelah keranjang siap, isi keranjang tersebut dengan tanah yang sudah dicampur dengan kompos. Tinggi tanah sebaiknya sekitar 5 cm. Tanaman jahe merah dapat tumbuh subur di tanah yang gembur. Tekstur tanah yang sebaiknya digunakan untuk media tanam adalah tanah liat berpasir, tanah laterik, dan lempung berpasir.

  • Masukkan bibit jahe yang akan di tanam

Tanam bibit – bibit jahe yang sudah dipersiapkan sebelumnya di dalam keranjang. Kemudian timbun bibi tersebut dengan tanah sekitar 2 sampai 5 cm.

  • Siram tanah dalam keranjang

Setelah ditanam, sirami keranjang berisi bibit jahe dan tanah tersebut sampai tanah menjadi basah. Namun jangan sampai air yang digunakan terlalu banyak

  • Letakkan keranjang berisi bibit jahe di tempat yang terbuka dan mendapatkan cukup sinar matahari
  • Sirami tanaman jahe merah dua kali sehari sebaiknya setiap pagi dan sore dengan air secukupnya. Pastikan tanah berada dalam keadaan lembab
  • Ketika jahe sudah mulai tumbuh besar dan rimpang jahe sudah mulai terlihat, timbun lagi dengan tanah sekitar 5 sampai 10 cm. Lakukan hal ini secara berulang sampai keranjang menjadi penuh.
  • Setelah keranjang terisi penuh dan tidak dapat ditimbun tanah lagi, tunggu selama 3 sampai 4 bulan. Setelah itu, jahe merah pun sudah siap panen.

Demikian cara budidaya jahe merah dalam keranjang untuk mendapatkan hasil panen yang bagus dan berlimpah. Semoga tips menanam tanaman jahe merah di atas dapat membantu Anda untuk menanam jahe dalam keranjang.

↑ Back to Top