Teknik Budidaya Cendana

Cendana merupakan salah satu jenis pohon yang terkenal sejak jaman penjajahan bahkan raja-raja. Salah satu alasannya adalah alasan ekonomi yang dimiliki oleh pohon Cendana yaitu sebagai penghasil minyak Santalol yang memiliki kualitas bagus diantara jenis tanaman lain. Secara umum, Cendana dapat ditanam dan tumbuh baik pada tanah dengan lahan yang berbatu-batu dan kurus, serta memiliki tekstur lempung, dengan lsolum tipis-dalam, keasaman atau pH netral hingga alkalis, dan juga harus perairan yang baik. Untuk curah hujan sekitar 600-200 mm.tahun dengan suhun 10 hingga 35 derajat C. Untuk ketinggianya, Cendana dapat ditanam dari ketinggian 0 hingga 1200 meter.

Pohon Cendana

Gambar Pohon Cendana

Kondisi Lahan untuk Budidaya Cendana

Untuk teknik budidaya Cendana sebenarnya tidak terlalu sulit. Kondisi lahan yang saya jelaskan tersebut mudah ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia. Kemudian untuk cara budidaya Cendana agar tumbuh optimal, Cendana juga memerlukan tanaman inang selama proses persemaian hingga ditanamkan di lapangan karena Cendana bersifat semi parasit. Untuk tanaman atau pohon sebagai inangnya dapat digunakan saat di persemaian atau inang primer seperti tumbuhan krokot atau Alternanthera, Crotalaria Juncea atau orok-orok, dan Deamanthus Virgatus. Kemudian saat ditanam dilapangan beberapa jenis tanaman yang dapat dijadikan inang sebagai inang skunder adalah tanaman Johar, Turi, dan Lamtoro. Namun berdasarkan kebutuhan inang dan wilayah untuk Cendana, wilayah Nusa Tenggara dan Bali merupakan wilayah yang paling cocok untuk ditanami Cenana. Pada umumnya wilayah NTT merupakan wilayah yang terbaik karena wilayahnya berbatu serta iklim yang cocok yaitu iklim tipe D dan tipe E.

Nilai Ekonomi Pohon Cendana

Untuk nilai ekonomi dari kayu Cendana sangat tinggi. Untuk perhitungannya dari panen pohon Cendana sedikit berbeda dengan jenis kayu-kayuan lain. Penghitungnya berdasarkan berat dari kayunya, bukan dari volume. Untuk jenis kayu teras, harga pasaran Cendana dari Nusa Tenggara Timur asli mencapai Rp 500.000 setiap kg. Dalam setiap pohon Cendana yang sudah berumur 25 sampai 30 tahun, akan menghasilkan kayu Cendana sekitar 50 kg kayu teras. Salah satu mengenai panen Cendana, semakin tua umurnya, kayu teras yang dihasilkan akan menjadi lebih banyak lagi. Selai itu bagian lainnya yaitu akar, ranting, serbuk dan tunggak laku di perjualbelikan. Oleh karena itu bisnis kayu Cendana sangat menjanjikan.

Cara Menanam Cendana

Berikut ini cara menanam dan teknik budidaya Cendana

Pemilihan Bibit

Yang pertama dalam proses penanaman Cendana adalah memilih bibit biji yang bagus. Caranya adalah dengan merendam biji selama 2 malam atau 48 jam dengan air. Biji yang tenggelam merupakan biji dengan kualitas baik, sedangkan biji yang terapung memiliki kualitas kurang baik. Pilihlah biji yang tenggelam saja untuk ditanam agar hasilnya maksimal.

Penyemaian

Kemudian proses selanjutnya adalah penyemaian. Untuk penyemaian siapkan tanah hitam yang digemburkan. Taburkan biji yang telah direndam tersebut di atas semaian yang telah disiram sebelumnya dengan rata. Nah diatasnya taburkan sedikit tanah hitam tanpa menutupi seluruh biji. Agar proses percambahan semakin cepat sebaiknya anda siram setiap pagi dan sore. Kemudian siapkan polibag kecil yang diisi dengan tanah hitam. Selalu pantau kondisi biji, jika sudah pecah dan keluar tunas kecil, segera pindah ke  dalam polibag. Pastikan anda mengorek biji beserta tanahnya dalam memindahkan ke polibag.

Penanaman dan Perawatan

Selama di polibag, anda hanya perlu melakukan perawatan dengan menyiramnya 2 kali sehari dan menempatkan polibag di tempat yang terkena sinar matahari. Setelah benih tumbuh setinggi 15 cm, anda bisa menanmnya di lahan. Cara tanam Cendana seperti tanaman biasanya. Lahan untuk Cendana tidak harus bersih, justru Cendana dapat tumbuh baik di kawasan semak belukar. Agar memelihara kualitasnya, setelah setinggi 3 meter bagian pucuk harus dipotong terus agar pohon tidak tumbuh terlalu tinggi namun kualitas cabang dapat dipelihara.

Be the first to comment on "Teknik Budidaya Cendana"

Leave a comment