Cara Budidaya Cacing Tanah Lumbricus Rubellus

Budidaya binatang ternak merupakan satu jenis usaha yang sangat menguntungkan. Akan tetapi budidaya sebenarnya tidak hanya mengacu pada binatang ternak seperti ayam, kambing, itik ataupun sapi saja. Hewan yang dapat dibudidayakan cukup beragam. Bahkan binatang yang tampaknya tidak memberikan manfaat ekonomis seperti cacing tanah juga dapat dibudidayakan dan memberi nilai ekonomis bagi pihak yang membudidayakannya.

Jika diperhatikan, manfaat cacing tanah sebenarnya sangat banyak. Disamping dapat dijadikan pakan ikan atau menggemburkan tanah, cacing tanah ternyata juga dapat dikonsumsi oleh manusia. Tidak tanggung-tanggung, ada beberapa cacing tanah yang dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit tanpa efek samping. Akan tetapi jenis cacing tanah yang dapat dijadikan obat adalah cacing jenis Lumbricus Rebellus. Kandungan protein pada cacing jenis ini sangat tinggi. Bahkan kandungan mencapai 76%. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan protein pada ikan dan mamalia.

Mengenal Jenis Cacing Tanah

Ada banyak jenis cacing tanah yang biasa dibudidayakan. Akan tetapi sebagian besar cacing tersebut berasal dari famili Megascolicidae dan Lumbricidae. Secara lebih spesifik lagi, jenis cacing tanah yang saat ini biasa dibudidayakan adalah Pheretima, Periony dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing ini sama-sama menyukai bahan organik yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan atau pupuk kandang. Akan tetapi disini pembicaraan yang akan dilakukan lebih berfokus pada jenis cacing Lumbricus Rebellus.

Persyaratan Lokasi Budidaya

Kesuksesan budidaya cacing tanah sangat dipengaruhi oleh cara ternak yang diterapkan. Karena itu, peternak cacing Lumbricus Rebellus hendaknya mengetahui cara yang tepat dalam membudidayakan cacing jenis ini. Salah satu faktor penentu kesuksesan dalam membudidayakan cacing tanah adalah lokasi budidaya.

Media utama yang harus dipersiapkan adalah tanah yang mengandung banyak zat organik. Bahan-bahan organik tersebut dapat diperoleh dari dedaunan, kotoran hewan atau hewan maupun tanaman yang sudah mati. Dan untuk tempatnya sendiri, kolam yang sudah kering juga bisa dijadikan tempat pembudidayaan yang cukup baik.

Agar pertumbuhan cacing tanah berjalan dengan baik, cacing tanah membutuhkan tanah yang agak asam atau tanah yang mengandung pH sekitar 6-7,2. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan terkait dengan cara budidayacacing tanah adalah kelembaban tanah. Kelembaban tanah yang optimal untuk pertumbuhan cacing tanah adalah sekitar 15-30%. Sedangkan suhu yang ideal untuk pertumbuhan dan penetasan adalah sekitar 15-25°C. Satutips lagi yang juga perlu diperhatikan adalah memastikan bahwa tempat pembiakan cacing tanah terhindar dari sinar matahari langsung.

Pemilihan Bibit

Untuk memperoleh hasil produksi yang baik diperlukan bibit yang baik. Bibit cacing tanah dapat diperoleh di beberapa tempat. Dalam hal ini bisa menggunakan bibit yang memang dijual di pasaran atau dengan mencarinya sendiri di alam. Akan tetapi untuk budidaya dalam skala besar, cara beternak yang tepat adalah dengan mencari bibit cacing tanah dengan membelinya di pasaran. Namun jika baru ingin belajar membudidayakan cacing tanah dan tidak memiliki modal yang cukup besar, mencari bibit cacing tanah di alam juga bisa menjadi alternatif pilihan yang cukup tepat.

Pemeliharaan Cacing Tanah Lumbricus Rebellus

Dalam pemeliharaan cacing tanah Lumbricus Rebellus, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Ketiga hal tersebut adalah pemberian pakan, penggantian media dan proses kelahiran. Untuk pemberian pakan, hendaknya cacing tanah diberi makan satu kali dalam sehari. Banyaknya makanan yang diberikan adalah seberat cacing tanah yang ditanam. Pakan cacing tanah bisa menggunakan kotoran hewan. Akan tetapi teknik pemberian pakan juga harus diperhatikan.

Sebelum pakan diberikan, hendaknya pakan dibuat menjadi bubur atau bubuk terlebih dahulu. Hal ini bisa dilakukan dengan memblender pakan cacing tanah. Setelah itu pakan ditaburkan secara merata di atas media dan ditutup dengan bahan yang tidak tembus cahaya. Dalam teknik budidaya cacing tanah, penggantuan media juga harus dilakukan. Media yang sudah menjadi tanah atau mengandung banyak telur harus diganti. Dan agar cacing cepat berkembang mak telur, anak cacing dan cacing dewasa harus dipisahkan.

Untuk proses kelahirannya sendiri, diperlukan media untuk pembuatan sarang. Media tersebut adalah kotoran hewan, daun-daunan atau buah-buahan, limbah rumah tangga ataupun kertas. Bahan-bahan yang telah tersedia dipotong sepanjang 2,5 cm kemudian ditambahkan dengan air dan diaduk agar merata. Setelah itu barulah bahan dicampur dengan kotoran hewan dengan perbandingan 70:30 untuk bahan campuran.

Panen Cacing Tanah

Kualitas panen cacing tanah dipengaruhi oleh banyak hal. Selain teknik beternak, kualitas panen juga dipengaruhi oleh lokasi pembudidayaan. Hasil dari budidaya cacing tanah ini biasanya meliputi dua hal yaitu biomas dan bekas cacing itu sendiri. Cara untuk memanen cacing tanah sangatlah mudah. Hanya dengan menempatkan lampu neon atau petromax di atas media, maka cacing tanah akan berkumpul di bagian atas media. Setelah itu, proses pemisahan antara cacing dan media dapat dilakukan dengan mudah.

Be the first to comment on "Cara Budidaya Cacing Tanah Lumbricus Rubellus"

Leave a comment