1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Cacing Sutra di Kolam Terpal


Jika diperhatikan, sebenarnya ada banyak jenis budidaya yang memiliki nilai ekonomis. Salah satu jenis budidaya yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi adalah budidaya cacing sutra. Tampaknya jenis budidaya ini memang aneh. Bahkan banyak yang menganggap bahwa cacing yang satu ini tidak terlalu menguntungkan. Namun sebenarnya cacing ini sangat bermanfaat terutama sebagai pakan beberapa jenis ikan tertentu. Karena itulah tidak mengherankan jika ada banyak orang yang mencari-cari cacing sutra.

Untuk membudidayakan cacing sutra, tentunya calon pembudidaya juga harus mengetahui cara ternak cacing sutra dengan benar. Sebenarnya cara memelihara cacing sutra tidaklah sulit. Yang diperlukan hanya tempat yang cukup untuk menempatkan cacing sutra dan bahan organik yang biasa digunakan oleh cacing sutra. Bahan organik yang biasa digunakan untuk membudidayakan cacing rambut adalah campuran antara kotoran ayam, dedak dan lumpur. Menemukan bahan-bahan organik tersebut juga sangat mudah. Jadi memelihara cacing sutra sebenarnya tidaklah terlalu sulit.

Persiapan Bibit

Sama seperti budidaya yang lain, sebelum memulai budidaya cacing sutra, hendaknya pembudidaya juga perlu mempersiapkan bibitnya terlebih dahulu. Tidak sulit untuk menemukan bibit cacing sutra. Bibit cacing sutra dapat ditemukan dengan mudah di toko ikan hias atau bisa juga diambil dari alam seperti mengambilnya dari sungai atau selokan. Akan tetapi sebelum dibudidaya, sebaiknya cacing sutra yang akan dijadikan bibit dikarantina terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menghindari cacing sutra yang membawa bakteri patogen. Setelah barulah cara budidaya dapat dilanjutkan.

Mempersiapkan Media Budidaya

Media pertumbuhan cacing tubifex sebenarnya tidak terlalu memakan tempat. Bahkan Anda bisa membudidayakan cacing ini di kolam kecil yang dilapisi terpal. Untuk ukuran tepatnya, kolam sebesar 1 x 2 meter sudah cukup. Agar sirkulasi air berjalan dengan baik, pastikan untuk melengkapi kolam dengan saluran pemasukan atau pengeluaran air. Setelah itu, kolam tersebut sebaiknya dipetakan menjadi ukuran yang lebih kecil, kira-kira seukuran 20 x 20 cm dengan tinggi 10 cm. Setiap petak diberi lubang penghubung berdiameter 1 cm.

Tahapan Budidaya Cacing Sutra

Agar budidaya cacing sutra berjalan dengan baik, ada beberapa tahapan dan teknik budidaya yang harus diketahui. Tahap pertama, setelah bibit cacing pita dan media kolam sudah tersedia, ada satu hal lagi yang harus dipersiapkan. Kolam tempat membudidayakan cacing sutra hendaknya diisi dengan sedikit lumpur. Sebelum menempatkan bibit pada kolam, jemur kolam terlebih dahulu. Selain itu bersihkan kolam dari rumput ataupun binatang lain yang berpotensi menjadi hama. Binatang yang berpotensi menjadi hama diantaranya adalah keong mas dan kijing.

Pipa air juga harus dipastikan kekuatannya. Idealnya, pipa yang dipilih adalah pipa paralon berdiameter 2 inci. Panjang pipa ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan, akan tetapi idealnya dengan ukuran kolam 8 x 1,5 m dengan kedalaman 30 cm, panjang pipa hendaknya berkisar 15 cm. Setelah selesai di jemur dan dikeringkan, pastikan dasar kolam benar-benar terbebas dari bebatuan dan benda keras lainnya. Sedangkan untuk konstruksi kolamnya sendiri, sebaiknya kolam termasuk datar dan tidak bergelombang.

Dalam membudidayakan cacing sutra, teknik beternak yang diterapkan memang sangat terfokus pada persiapan kolam. Setelah kolam sudah siap, peternak cacing sutra masih harus memberikan bahan organik pada kolam tersebut. Lumpur adalah salah satu faktor penting dalam membudidayakan cacing sutra. Namun lumpur yang diambil hendaknya berasal dari kolam yang memang memiliki kandungan organik yang tinggi. Setelah itu, lumpur masih harus diratakan dan barulah kotoran ayam dimasukkan ke dalam kolam.

Takaran kotoran ayam yang dimasukkan kira-kira sekitar 3 karung ukuran kemasan pakan ikan. Setelah itu ratakan kotoran ayam tersebut dan genangi kolam dengan air maksimum hingga mencapai kedalaman 5 cm. Untuk mencegah tumbuhnya lumut di dalam kolam, pasang atap pada bagian atas kolam.

Kolam yang sudah tergenang masih harus didiamkan selama satu minggu. Hal ini bertujuan agar gas yang dihasilkan oleh kotoran ayam hilang. Setelah itu barulah bibit cacing sutra mulai dapat disebarkan. Saat menyebarkan bibit, pastikan juga untuk menyebarkannya secara merata.

Panen Cacing Sutra

Untuk mencapai masa panen, budidaya cacing sutra sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama. Jika cara beternak yang diterapkan sudah benar, maka cacing sutra sudah dapat dipanen setelah 8 sampai 10 hari sejak penebaran bibit. Setelah itu, hasil panen sudah dapat dijual di tempat-tempat penjualan pakan ikan atau di toko ikan.

Namun ada satu tips yang hendaknya diketahui oleh para peternak cacing sutra. Saat membudidayakan cacing sutra, alur aliran air juga harus selalu dijaga. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena kualitas panen cacing sutra sangat bergantung pada kondisi kolamnya. Selain itu kolam yang mengandung banyak zat organik juga akan membuat ekosistem kolam lebih subur.

←More from Budidaya

↑ Back to Top