1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Cara Budidaya Cabe Rawit di Pot


Sudah tentu banyak yang sudah mengenal apa cabe rawit itu bukan? Bahkan hampir semua orang pernah memakannya baik itu dijadikan teman lalapan maupun sebagai sambal. Sekarang ini bahkan sudah banyak yang mulaibercocok tanam cabe rawit baik untuk konsumsi pribadi atau untuk dipasarkan. Namun sebelum membahas mengenai cara menanam cane rawit, terlebih dahulu perlu diketahui jenis-jenis yang ada. Bila diperhatikan dipasaran, ada setidaknya tiga jenis cabe rawit yang dibudidayakan baik disawah maupun dipot. Yang pertama adalah cabe rawit jemprit. Secara ukuran, jenis ini lebih pendek dan juga lebih kecil. Jenis yang kedua adalah cabai domba. Secara ukuran jenis ini lebih besar dari jemprit namun memiliki rasa yang kurang enak. Jenis yang ketiga adalah cabai celepik. Secara ukuran, jenis ini lebih besar dari jemprit namun lebih kecil dari jenis domba. Namun jenis ini tidak lebih pedas dari cabe rawit jemprit. Di artikel ini akan diberikan tips cara budidaya cabe rawit di pot.

Penyiapan Bibit

Bila membicarakan mengenai cara budidaya cabe rawit di pot, hal paling penting yang harus dipersiapkan pertama kali adalah mengenai penyiapan bibit cabe rawit tersebut. Bila anda menghiraukan penyiapan bibit dalam cara budidaya cabe rawit baik disawah maupun dipot, anda pasti akan mengalami kekecewaan karena hasil yang tidak memuaskan. Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam dalam pemilihan bibit cabe rawit. Yang pertama adalah tentu dengan memilih buah cabe yang terbukti sehat dan juga lebih besar. Tujuannya adalah untuk menghasilkan proses kematangan yang lebih sempurna. Yang kedua adalah kewajiban utama untuk selalu membuang pangkal dan ujung bibit cabe. Ketiga, sayat bagian yang tersisa untuk pengambilan biji buah cabe yang ada. Sebelum ditanam, jemur terlebih dahulu biji tersebut selama tiga hari. Setelah penjemuran, rendam biji-biji tersebut dalam air hangat. Jangan gunakan biji yang mengapung karena dapat dipastikan pembibitan tidak akan berkembang dengan baik.

Media Tanam

Yang kedua yang perlu diperhatikan dalam cara budidaya cabe rawit di pot adalah mengenai media tanam yang digunakan. Fungsi utama media tanam dalam teknik budidaya cabe rawit adalah sebagai tempat dimana akar dari bibit cabe rawit untuk tumbuh. Media tanam yang digunakan juga berfungsi sebagai penyedia zat-zat yang perlu untuk diserap oleh bibit tersebut, terutama zat hara, yang digunakan untuk tumbuh. Yang perlu anda perhatikan adalah perlunya untuk menyiapkan media tanam tersebut setidaknya dua minggu sebelum proses penanaman. Tujuannya adalah untuk memastikan pemadatan media tanam yang sempurna. Yang paling baik digunakan sebagai media tanam adalah tanah gembur, kompos, dan juga sekam tentunya. Bila perlu campurkan semua bahan tersebut dan aduk rata.

Proses Penanaman

Dalam proses penanaman pada cara budidaya cabe rawit di pot, pastikan anda untuk menyiramkan MOL yang dicampur air kepada media tanam tersebut. Dalam memilih bibit yang ditanam, anda perlu memilih yang setidaknya punya jumlah 4 daun yang sempurna sehingga akan mendapati pertumbuhan cabe rawit yang sempurna. Apabila mengenai teknik menanam, anda perlu memperhatikan beberapa hal. Yang pertama adalah dengan membuat lubang pada bagian tengah media tanam. Mengenai ukuran lubang tersebut, pastikan ukurannya lebih kecil dari bibitnya. Setelah itu, robek plastik dengan hati-hati sehingga tidak merusak akar dari bibit tersebut. Setelah itu masukkanlah bibit pada lubang yang telah dibuat tadi. Kemudian tutup lubang tersebut. Yang terakhir perlu dilakukan adalah dengan menyiram media tanam dengan air supaya menjadi kebas.

Perawatan

Tentu saja setelah melakukan proses penanaman seperti diatas anda tidak boleh meninggalkan tanaman tersebut tanpa diberikan perawatan. Perawatan merupakan salah satu aspek terpenting dalam cara budidaya cabe rawit di pot tentunya. Mungkin cara menanam cabe rawit dipot dapat dibilang mudah. Akan tetapi yang menjadi masalah yang sebenarnya adalah mengenai bagaimana cara melakukan perawatannya. Yang pertama perlu dilakukan adalah dengan melakukan penyiraman secara rutin. Lakukanlah penyiraman pada pagi dan juga sore hari. Anda takkan perlu melakukan penyiraman bila hari hujan dan bila anda sudah menerapkan kocoran MOL pada tanaman cabe pot anda. Yang kedua adalah mengenai perlunya pemberian pupuk EM tani 3 sekali setiap lima hari dengan dosis yang tepat. Yang ketiga adalah perlunya untuk melakukan perempelan daun tua pada tanaman tersebut. Fungsinya adalah untuk memperlancar pertumbuhan. Berikutnya, anda perlu untuk melakukan pembersihan rumput liar yang tumbuh pada media tanam sekaligus. Jangan sampai ada tanaman lain yang tumbuh dan mengganggu. Bila mulai muncul hama, anda dapat memberikan pestisida organik tentunya.

Pemupukan

Kegiatan bercocok tanam cabe rawit di pot tentu saja dapat dibilang mudah bila memang anda tahu bagaimana cara budidaya cabe rawit pot yang benar dan tepat. Selayaknya tanaman atau pohon lain, yang perlu diperhatikan berikutnya adalah mengenai perlunya pemupukan. Tujuan dilakukan pemupukan adalah untuk memastikan tanaman cabe rawit dipot anda tumbuh dengan subur dan sehat tanpa mengalami masalah. Biasanya pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang. Cari tahu lebih lanjut mengenai bagaimana memilih pupuk untuk tanaman tersebut dari internet bila ingin mendapatkan yang terbaik.

Send to Kindle
More from Budidaya Buah
Back to Top