Teknik dan Cara Budidaya Krisan

Bunga krisan adalah salah satu jenis bunga yang sangat populer di Indonesia saat ini. Pohon atau tanaman bunga krisan merupakan jenis tanaman perdu yang tumbuh semusim. Jenis bunga hias ini sangat diminati oleh banyak sekali masyarakat, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia. Salah satu keunggulan dari bunga krisan yang membuatnya disukai oleh banyak orang yaitu karena memiliki banyak sekali pilihan warna dan juga awet atau tahan lama.

Bunga Krisan

Gambar Bunga Krisan

Membudidayakan Tanaman Krisan

Saat ini di Indonesia telah banyak orang yang menekuni profesi sebagai petani bunga krisan karena budidaya tanaman krisan dinilai memiliki masa depan yang baik. Jika Anda ingin mencoba berbisnis di ceruk tersebut ataupun ingin mencoba menumbuhkan tanaman bunga krisan di halaman atau di kebun bunga Anda, di sini kami akan menyediakan beberapa pembahasan mengenai teknik budidaya krisan.

Ada beberapa hal penting yang perlu kita pahami mengenai cara budidaya bunga krisan. Pada mulanya mungkin kita akan sedikit kesulitan karena memang dibutuhkan ketelitian dalam mengembangkan usaha ini. Akan tetapi hal tersebut sungguh wajar bagi kita yang memang belum terbiasa. Seiring dengan berjalannya waktu kita akan lebih memahami langkah-langkah penting dalam budidaya tanaman ini, yang terpenting adalah semangat dan kerja keras. Berikut adalah pembahasan mengenai cara budidaya krisan.

Pemilihan Lahan yang Ideal

Untuk membudidayakan bunga krisan, lahan yang ideal yaitu pada wilayah tropis yang bersuhu antara 20 derajat sampai 26 derajat celcius. Akan tetapi tanaman krisan juga tetap bisa tumbuh di tempat yang bersuhu 17 derajat hingga 30 derajat celcius. Pada waktu pembibitan, tanaman krisan memerlukan kelembaban udara yang cukup tinggi, yakni sekitar 90 sampai 95 persen, sementara ketika telah tumbuh dan menjadi tanaman muda, pohonkrisan membutuhkan kelembaban udara sekitar 75%. Tanaman ini diketahui dapat berkembang dengan baik pada wilayah dengan ketinggian antara 700 – 1200 mdpl.

Persiapan Lahan

Pertama-tama kita harus mengolah tanah supaya gembur. Selanjutnya kita juga bisa menambahkan pupuk kandang dan juga dolomit ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengatur keasaman tanah. Perlu diketahui bahwa tanaman krisan membutuhkan pengairan yang sangat baik maupun drainase yang sangat baik. Oleh sebab itu kita sebaiknya mengatur kondisi lahan sehingga memenuhi persyaratan tersebut. Dan satu hal lagi yang sangat penting yaitu bahwa tanaman krisan tidak tahan terhadap terjangan air hujan, oleh karena itu metode penanaman green house sangat disarankan.

Proses Penanaman Bibit Krisan

Sebelum kita membahas tantang cara menanam bibit krisan, hendaknya kita pahami dulu bagaimana memilih bibit krisan yang baik. Bibit yang baik didapatkan dari pohon induk yang baik pula. Bibit juga harus sehat dan bebas hama. Selain itu bibit sebaiknya juga telah memiliki akar yang tumbuh merata dan memiliki sekitar 4 atau 5 daun yang berwarna hijau. Kemudian perlu kita perhatikan juga agar bibit tidak tercampur karena akan mempengaruhi hasil panen nantinya.

Setelah mendapatkan bibit yang baik, maka kita sekarang beranjak ke pembahasan tentang cara tanam bibit krisan. Setelah lahan diolah dan dibuat guludan-guludan, diperlukan waktu istirahat sekitar 1 bulan sebelumpenanaman agar lahan aman untuk ditanami. Selanjutnya kita tanam bibit-bibit krisan di atas lahan dengan kerapatan sekitar 70 tan/m2. Sebelum ditanami hendaknya tanah dibasahi terlebih dahulu. Selanjutnya kita lakukan overhead irigasi setelah proses penanaman selesai.

Perawatan terus dilakukan dengan teknik penyiraman seperti itu hingga daun-daun tanaman saling merapat. Selanjutnya, proses penyiraman dilakukan dengan sistim drip irigasi. Perlu diingat juga bahwa penyinaran sangat dibutuhkan oleh tanaman ini. Kita bisa menambahkan lampu untuk menyinarinya di malam hari.

Be the first to comment on "Teknik dan Cara Budidaya Krisan"

Leave a comment