1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Tips Budidaya Buah Rambutan


Rambutan adalah tanaman yang masuk dalam keluarga spidaceae dan berasal dari wilayah tropis di Asia Tenggara. Tanaman rambutan (Nephelium sp.) dapat tumbuh subur di wliayah yang beriklim tropis dan pada beberapa wilayah subtropis. Di Indonesia sendiri tanaman rambutan memiliki lebih dari 22 jenis. Tanaman rambutan atau Hairy Fruit (dalam bahasa Inggris) ditanam di daerah hangat atau dataran rendah yang bersuhu rata-rata 25º Celsius dan dengan ketinggian 300-500 meter di atas permukaan laut. Masa panen rambutan biasanya antara bulan Desember sampai dengan bulan Maret dan banyak buah yang dihasilkan oleh pohon rambutan dalam sekali panen. Buah rambutan yang matang berwarna merah atau kekuning-kuningan.

Pohon rambutan yang ditanam dari biji biasanya berbunga pertama kali setelah tujuh tahun masa tanam. Sedangkan pohon rambutan yang ditanam dengan cara vegetatif akan berbunga setelah dua tahun masa tanam. Tinggipohon rambutan bisa mencapai 8 meter dengan lebar atau diameter pohon mencapai 4 meter. Ketersediaan air sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman rambutan. Pohon rambutan yang sudah mengalami masa panenbiasanya akan tumbuh daun dan cabang baru yang berwarna hijau muda. Pertumbuhan daun dan cabang baru tersebut akan berhenti apabila ketersediaan air terbatas.

Manfaat Buah Rambutan

Rambutan sebagai salah satu tanaman asli dari Indonesia memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, diantaranya adalah buah rambutan dapat mengontrol kadar oksigen dalam tubuh karena memiliki kandungan zat besi yang banyak, buah rambutan juga dapat mengatasi gejala diare, sakit demam, dan dapat membunuh parasit yang berada di dalam usus manusia.

Buah dari pohon rambutan memiliki kandungan vitamin C dan vitamin B3. Buah rambutan dapat mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, anti-kanker, dan anti-inflamasi. Selain mengobati berbagai penyakit, buah rambutan juga bisa meningkatkan kesehatan ginjal, tulang, dan gigi.

Membudidayakan Tanaman Rambutan

Tanaman rambutan memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga banyak orang membudidayakan tanaman rambutan. Penanaman rambutan dapat dilakukan di media pot atau tabulampot, di pekarangan rumah, atau di kebun.Cara budidaya rambutan dibagi menjadi tiga macam yaitu melalui generatif (biji buah), vegetatif (melalui pencangkokan), dan vegetatif-generatif (okulasi).

Cara tanam rambutan di pot berbeda dengan di pekarangan rumah. Teknik budidaya rambutan di pekarangan rumah jauh lebih mudah daripada menanam rambutan di pot karena menanam pohon rambutan di pekarangan tidak memerlukan perawatan-perawatan khusus. Cara menanam rambutan di pekarangan rumah diawali dengan mempersiapkan lahan tanam terlebih dahulu. Pilih lahan yang subur, tanah gembur, bersih dari gulma, dan memiliki sirkulasi udara dalam tanah yang baik. Jika ingin menanam rambutan dengan biji rambutan, proses pembibitan lumayan agak lama ± 1 bulan. Untuk memudahkan cara menanam rambutan biasanya orang banyak menggunakanteknik budidaya cangkok dan okulasi.

Penanaman rambutan lebih baik dilakukan pada saat musim hujan tetapi jika dilakukan di musim kemarau juga tidak apa-apa asalkan tanaman rutin disiram 2x sehari. Jarak tanam rambutan biasanya sekitar 12×12 meter. Pemupukan pada tanaman rambutan dilakukan setelah dua bulan, enam bulan , dua tahun, dan tiga tahun dari masa awal penanaman rambutan. Pada saat empat tahun masa tanam dan seterusnya, pohon rambutan rutin diberi pupuk 2x dalam setahun.

Hama yang biasanya menyerang tanaman rambutan adalah semut, tupai, ulat, kutu, dan kelelawar. Sedangkan penyakit yang biasanya menyerang tanaman rambutan biasanya berupa bercak pada daun, batang, dan akar putih. Agar pohon rambutan dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak, kita harus merawat tanaman, dengan cara rutin dalam menyiram, memberi pupuk, dan juga mencegah hama dan mengobati penyakit pada tanamanrambutan.

←More from Budidaya Buah

↑ Back to Top