1001Budidaya.com

aneka ragam budidaya tanaman dan hewan

Teknik Budidaya Bonsai


Bonsai

Bonsai merupakan salah satu tanaman hias yang banyak digemari masyarakat. Harga bonsai ini cukup mahal sehingga biasanya bonsai dimiliki hanya oleh kalangan menengah ke atas. Bonsai berupa tanaman kerdil yang indah, unik, dan lucu. Pada intinya, bonsai memiliki pengertian sebagai tanaman kerdil yang diletakkan dalam pot. Meskipun tumbuhan ini berusia lebih dari satu tahun, bonsai harus tetap tumbuh dalam bentuk yang kerdil. Bonsai yang sering kita temukan di tempat penjualan tanaman hias memang memiliki harga yang mahal, namun sebenarnya teknik budidaya bonsai bisa dilakukan siapa saja. Hal ini bisa dilakukan dengan mengerdilkan tanaman yang besar dan membentuknya menjadi kecil dan diletakkan pada pot.

Pemilihan Tanaman untuk Bonsai

Untuk membudidayakan bonsai, sebaiknya dipilih bibit bonsai yang sehat dan tidak terserang penyakit serta memiliki daun yang berwarna hijau. Sebaiknya bibit tersebut berasal dari stek atau cangkokan yang tidak memiliki akar berbentuk tunggang, namun banyak memiliki akar lateral. Beberapa tanaman yang bisa dibuat bonsai antara lain maja, sawo, cerme, jambu biji, beringin, kayu manis, dan masih banyak lagi. Diameter tumbuhan yang akan dijadikan bonsai sebaiknya yang berukuran besar sehingga tumbuhan bisa mirip dengan tumbuhan besar ketika dikerdilkan. Selain itu, tumbuhan yang dipilih juga sebaiknya memiliki percabangan yang indah sehingga nilai seni ketika dibentuk bonsai masih dapat terlihat dan menarik perhatian.

Pemangkasan dan Pembentukan

Cara budidaya bonsai pertama yang bisa dilakukan adalah dengan membuang dahan-dahan tumbuhan yang tidak diperlukan. Setelah itu, tanaman bisa dipangkas. Hal ini bertujuan untuk menentukan bentuk tumbuhan bonsai sesuai dengan yang diharapkan. Agar tidak terjadi pengeringan, pemangkasan dilakukan pada bagian pangkal percabangan, terutama bagian cabang yang tersisa. Hal ini juga bisa mengendalikan pertumbuhan cabang agar tidak terjadi terlalu cepat. Pemotongan akar bonsai sebaiknya dilakukan dengan mengarah ke samping agar pertumbuhan bisa diperbanyak. Setelah itu, bisa dilakukan teknik pengawatan. Pengawatan harus dilakukan hati-hati untuk membentuk cabang, batang, dan ranting. Berbagai bentuk bonsai bisa dipilih sesuai selera seperti bentuk tegak lurus, miring, atau tegak berliku.

Penyiapan Pot

Selain mempersiapkan tanaman yang akan dijadikan bonsai, kita juga perlu mempersiapkan pot yang akan digunakan sebagai media penanaman bonsai. Dasar pot harus dilapisi dengan kerikil-kerikil kecil yang kemudian ditimbun dengan tanah. Sebelum dimasukkan ke dalam tanah, sebaiknya akar bakalan bonsai dikurangi agar sesuai dengan ukuran pot. Kemudian bonsai bisa dipindahkan ke dalam pot yang telah siap tersebut. Cara menanambonsai yang benar adalah dengan memindahkan sebagian dulu media tanam ke dalam pot, kemudian menanam bakalan bonsai dengan posisi tepat. Setelah itu, cara tanam terakhir adalah dengan memasukkan sisa media tanam. Kemudian dipadatkan dengan menggunakan ujung jari dan telapak tangan.

Perawatan Bonsai

Perawatan bonsai juga harus rutin dilakukan agar tanaman terus tumbuh dan tidak mati. Setelah bonsai tumbuh, kita harus rutin mengamati bagaimana pertumbuhan dahan, cabang, ranting serta batangnya. Jika dahan dan cabangnya tumbuh secara berlebihan, maka bisa dilakukan pemangkasan secara rutin agar tidak menyimpang dan mengurangi keindahan bentuk bonsai. Ranting-ranting yang tumpang tindih juga harus dihilangkan. Begitu pula dengan dahan yang terlalu rimbun. Dalam setahun, pemupukan bonsai bisa dilakukan 3 kali dengan menggunakan pupuk kimia. Akan lebih bagus jika ditambah dengan pupuk kandang, kompos, maupun bahan organik lainnya. Sementara itu, penyiraman harus rutin dilakukan setiap hari.

Send to Kindle
More from Budidaya Tanaman
Back to Top