Cara Budidaya Bawang Merah

Bawang merah adalah salah satu komoditi yang selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk memasak, beberapa orang juga memanfaatkan tanaman ini sebagai bahan obat-obatan.

Untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bawang merah tidak hanya membutuhkan cara budidaya yang tepat, melainkan juga tempat tanam yang sesuai. Lingkungan yang paling tepat untuk menanam tanaman ini adalah yang memiliki iklim kering dengan suhu agak panas, dan tidak berkabut.

Selain itu, tempat tanam terbaik untuk bawnag merah juga mirip dengan tanaman daun bawang, yaitu daerah terbuka, yang memungkinkan sinar matahari bisa diperoleh oleh tanaman dalam jumlah cukup.

Bawang merah bisa ditanam baik di dataran rendah maupun tinggi dengan ketinggian tidak lebih dari 1000 meter dpl. Meskipun begitu, bercocok tanam bawang merah di dataran rendah adalah pilihan terbaik.

Tahap Awal Budidaya Bawang Merah

Tahapan awal dari teknik budidaya bawang merah mengacu pada fase penanaman. Sebagaimana budidaya pohon atau tanaman lainnya, bawang merah pun mengharuskan adanya cara tanam yang baik dan benar, untuk menghasillkan umbi yang bermutu dan berjumlah banyak.

Beberapa hal terkait tahap penanaman bawang merah adalah sebagai berikut:

  • Waktu tanam

Meskipun bawang merah tergolong tidak ‘bersahabat’ dengan tempat tanam yang mengandung banyak air, tanaman berumbi ini tetap membutuhkan air dalam jumlah besar pada saat proses tanamnya, terutama ketika umbi mulai terbentuk. Oleh karenanya, tidak disarankan untuk melakukan penanaman saat musim hujan. Waktu tanam yang paling tepat adalah pada kisaran bulan April hingga Oktober; atau pada musim kemarau; tentu saja dengan syarat pengairan yang bagus.

Selain memperhatikan musim, cuaca ketika menanam pun harus diperhatikan. Tanamlah bibit bawang merah saat cuaca cerah. Hindari masa-masa pancaroba dengan angin keringnya; karena akan membuat tanaman kering. Udara bercampur kabut pun hendaknya dihindari agar penyakit karena jamur dapat dicegah.

  • Pembibitan

Untuk mendapatkan bibit bawang merah, Anda bisa melakukan pembibitan sendiri (dengan menggunakan umbi) atau langsung membeli bibit untuk praktisnya. Agar menghasilkan tanaman yang berkualitas, bibit harus dipilih dengan hati-hati. Bibit yang baik adalah yang berasal dari umbi sehat, memiliki titik-titik tempat tumbuh akar; atau yang tunasnya telah bermunculan.

  • Penanganan bibit

Sebelum ditanam, bibit bawang merah dibersihkan dari kulit luar yang kering. Setelah itu, potonglah bagian ujung dari umbi bawang; tetapi tidak sampai memotong tunas yang ada. Keringkan bekas potongan sebelum umbi ditanam.

  • Pengolahan tanah

Sebelum ditanami, lahan harus digemburkan agar bibit dapat tumbuh dengan lebih mudah. Selain itu, tanaman pengganggu di sekitarnya pun harus dibersihkan terlebih dahulu.

Usai pembersihan, buatlah bedengan-bedengan dengan parit sebagai pembatas antar bedengan. Sekitar satu minggu sebelum umbi bawang merah ditanam, tambahkan pupuk pada bedengan. Alirkan air ke bedengan tepat satu hari sebelum umbi mulai ditanam.

  • Pengaturan jarak tanam

Jarak tanam ideal berkisar antara 15×15 hingga 15×20; bergantung pada jumlah bibit yang ada. Semakin rapat jaraknya, semakin banyak bibit yang diperlukan; dan sebaliknya.

  • Cara menanam

Cara menanam bibit bawang merah adalah dengan memasukkan umbi ke dalam lubang kecil yang dibuat di bedengan. Untuk menghindari pembusukan, sebaiknya umbi tidak dimasukkan terlampau dalam ke tanah.

Pemeliharaaan dan Panen

Upaya pemeliharaan tanaman bawang merah mencakup pengairan yang dilakukan secara teratur tetapi tidak dalam volume besar, pemupukan (dua kai), penyemprotan pestisida atau zat kimia lainnya untuk pencegahan hama, serta penyiangan bedengan dan area sekitarnya.

Untuk panen, biasanya bawang merah bisa diunduh hasilnya setelah berumur 70 sampai 90 hari.

Be the first to comment on "Cara Budidaya Bawang Merah"

Leave a comment