Anggur

anggur

Banyak pakar biologi dan pertanian berusaha menguak asal-usul tanaman anggur. Konon, sumber genetik asli tanaman anggur terdapat di daerah Armenia (Rusia), di dekat laut Kaspi. Anggur yang mula-mula dikenal manusia adalah jenis anggur liar yang tumbuh di sekitar pegunungan Kaukasus bagian Tenggara, kemudian menyebar ke Asia Kecil, Yunani dan Mesir. Dari Yunani menyebar ke daratan Eropa, Afrika, Australia, Asia, dan Amerika.

Orang mulai mengenal anggur pada abad ke-2 sesudah Masehi. Pada waktu itu, tanaman anggur belum dibudidayakan, namun hasilnya sudah dibuat minuman (wine). Orang-orang romawi mengenal tanaman anggur jenis Vitis vinifera sebagai bahan baku minuman. Anggur jenis ini dengan cepat menyebar ke Mediterania sampai kawasan Afrika Utara, dan dikenal sebagai anggur buah segar.

Jenis anggur yang banyak dibudidayakan di dunia berasal dari spesies Vitis vinifera. Tidak mengherankan bila Nikolai Ivanovich Vavilov, ahli botani Soviet yang melakukan ekspedisi tahun 1887 – 1942 ke berbagai negara di dunia, memastikan bahwa sentrum asal tanaman anggur (V. vinifera) adalah kawasan Asia Tengah dan Timur Dekat.

Budidaya anggur mulai dikenal di Timur Tengah pada tahun 4.000 Sebelum Masehi, namun teknologi pengolahan anggur menjadi minuman (wine) baru ditemukan oleh orang Mesir pada tahun 2.500 SM. Teknologi budi daya dan pembuatan minuman anggur yang dikembangkan di Mesir meluas ke kawasan laut hitam sampai Spanyol, bahkan berkembang pesat di Jerman, Prancis, dan Australia setelah kerajaan Romawi jatuh. Columbus membawa tanaman anggur ke Meksiko, Asia Selatan, Afrika Selatan, Australia, dan California. Dalam perkembangan selanjutnya, teknologi pembuatan wine menjadi terkenal di dunia. Anggur jenis V. vinifera dikenal dengan sebutan anggur Eropa.

Pada tahun 1619, The London Company mengirim bibit anggur asal Prancis ke Virginia. Konon, The Colonial Asembley mengkampanyekan agar setiap rumah tangga menanam 10 batang anggur. Namun, kondisi iklim Amerika kurang cocok untuk anggur jenis V. vinifera, sehingga banyak tanaman mati akibat cuaca dingin, angin kencang, dan serangan hama utama Phylloxera.

Proses penemuan anggur Amerika diawali dengan domestikasi anggur liar asli di benua tersebut. Domestikasi pertama dilakukan pada tahun 1802. Jenis anggur liar yang didosmetikasi adalah Vitis labrusca yang berasal dari tebing terjal dan dinding batu sungai Schuylkill di Pennsylvania.

Varietas anggur yang dihasilkan dari V. labrusca diantaranya adalah Alexander (berkulit hitam), Catawba (berkulit merah). dan Isabella (berkulit hitam). Anggur liar lain yang didosmetikasi adalah Vitis aestivalis dan V. riparia. Hasil seleksi dari dua jenis anggur tersebut antara lain varietas Norton dan Clinton. Ditemukan pula varietas anggur Muscadine yang diseleksi dari V. rotundifolia.

Jenis anggur asli Amerika yang menghasilkan banyak varietas anggur buah unggul dan populer di benua tersebut adalah V. labrusca. Anggur varietas Concord yang dikembangkan Bull, seorang penambang emas pada tahun 1943 menjadi salah satu varietas yang paling populer waktu itu, sehingga ditanam secara luas di negara bagian New York. Dihasilkan pula varietas Delaware yang tetap populer sampai sekarang.

The New York Agricultural Experiment Station pada tahun 1906 menghasilkan 46 varietas anggur buah dan tidak varietas anggur minuman. Kini lembaga penelitian tersebut mengoleksi ribuan plasma nutfah anggur asli dari berbagai jenis. Untuk menghasilkan varietas unggul baru diperlukan waktu minimal lima tahun, kemudian selama 10 tahun berikutnya tanaman atau varietas baru itu dievaluasi, sehingga akhirnya hanya satu atau dua varietas yang terpilih. Selanjutnya anggur varietas yang terpilih diberi nama dan diperkenalkan ke masyarakat. Lembaga Viticulture Universitas Cornell mengembangkan teknologi “Grape Breeding and Genetic Program” yang bertujuan menghasilkan varietas-varietas anggur buah tanpa biji (seedles). Kini varietas-varietas anggur yang ditanama di berbagai negara di dunia makin beragam dan terus bertambah jumlahnya, baik varietas anggur minuman, buah berbiji, buah non biji maupun anggur kismis. Namun, sebagian besar varietas-varietas anggur komersial yang dibudidayakan di dunia pada mulanya berasal dari dua jenis (spesies) asli, yaitu V. vinifera dan V. labrusca. Jenis anggur V. vinifera dikenal sebagai anggur Eropa atau anggur buah segar. Sementara V. labrusca disebut anggur Amerika atau anggur bahan baku minuman (wine).

Dalam perkembangan selanjutnya beberapa negara di dunia membuka perkebunan anggur. Di Asia misalnya, perkebunan anggur dibuka di Thailand, Jepang, RRT, dan Taiwan.

Introduksi tanaman anggur ke Indonesia pada abad 17, dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda. Daerah sentrum produksi anggur di Indonesia meliputi daerah Probolinggo, Pasuruan, Panarukan (Jawa Timur), Buleleng (Bali), dan Kupang (NTT).

Berdasarkan klasifikasi anggur termasuk famili (suku) atau Vitaceae yang mempunya dua submarga (subgenus), yaitu Muscadina atau anggur Muscadine dan euvitis (Bunc grapes).

DAFTAR PUSTAKA

Rahmat Rukmana. Seri Budidaya Anggur. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.